Berita

Pengamat intelijen John Mempi. (Foto: tangkapan layar video TikTok @salamuddin.daeng)

Bisnis

The Fed Vs Pemerintah AS, Pertarungan Klasik yang Bisa Ubah Struktur Keuangan Dunia

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 06:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengamat intelijen John Mempi mengingatkan pertarungan antara bank sentral dengan pemerintah merupakan konflik klasik terutama terjadi di Amerika Serikat (AS). Konflik itu kini kembali menguat di era Donald Trump yang secara terbuka melawan otoritas Federal Reserve (The Fed).

“Jadi ini adalah pertarungan klasik di Amerika sejak zaman George Washington, Thomas Jefferson, hingga Woodrow Wilson. Tetapi selalu gagal bahkan menyebabkan Abraham Lincoln dibunuh dalam konteks konflik dolar ini. Jadi, ini pertarungan klasik yang tidak pernah selesai,” ujar John Mempi dikutip redaksi, Jumat, 23 Januari 2026.

Ia mengatakan saat ini Trump secara terbuka menantang The Fed dan Ketua The Fed Jerome Powell. Trump disebut ingin memindahkan kewenangan kebijakan moneter dari bank sentral ke Departemen Keuangan AS.


“Dia (Trump) ingin memindahkan kewenangan The Fed ke Department of Treasury. Itu perlawanan terbuka,” tegasnya.

John Mempi kemudian menarik paralel dengan Indonesia. Menurutnya, dinamika serupa saat ini terjadi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, dan menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki kecenderungan sejalan dengan Trump dalam melihat relasi bank sentral dan pemerintah.

“Nah, di Indonesia pun terjadi perlawanan itu, antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Artinya, Prabowo sejalan dengan Trump,” ujarnya.

Ia melihat peluang Trump memenangkan pertarungan berada di atas angin sebab kekuatan bank sentral AS tidak lagi seperti era Bretton Woods dan petrodolar. Menurutnya, dominasi The Fed dahulu bertumpu pada fiat money dan pencetakan dolar, namun kini menghadapi tantangan besar dari digitalisasi keuangan dan kripto.

“Dulu tidak ada saingan seperti Bitcoin. Sekarang ada. Itu sebabnya posisi The Fed tidak sekuat dulu,” katanya dalam video di TikTok akun salamuddin.daeng.

Selain itu, tambahnya, kredibilitas dolar saat ini mulai tergerus oleh sistem pembayaran alternatif seperti QRIS serta penggunaan mata uang lain dalam perdagangan antarnegara.

“Sekarang dolar tidak lagi kredibel seperti dulu. Rusia sudah berdagang minyak dengan China menggunakan yuan. Dulu tidak ada yang berani begitu,” ujar Jhon Mempi.

"Dan kalau kita perhatikan dulu menghadapi (The Fed) secara politik, Trump sekarang menghadapinya dengan militer," tambahnya, membandingkan cara yang ditempuh Trump dengan presiden-presiden AS sebelumnya yang melakukannya secara politik.

Jika kewenangan moneter benar-benar dialihkan dari The Fed ke pemerintah, John Mempi memperingatkan dampaknya akan sangat besar. Perubahan kebijakan dolar sebagai mata uang cadangan global (reserve currency) akan berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Kalau itu terjadi, struktur keuangan dunia akan berubah secara fundamental,” tegasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya