Berita

Kunjungan Duta Besar Federasi Rusia di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026. (Foto: Humas DPD)

Politik

DPD Tekankan Penguatan Kerja Sama Pendidikan dengan Rusia

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 03:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD Gusti Farid Hasan Aman menegaskan pentingnya implementasi Kemitraan Strategis Indonesia-Federasi Rusia yang telah disepakati kedua negara. 

Menurutnya, kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperluas cakupan dan pendalaman kerja sama, tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga hingga ke tingkat daerah.

“DPD RI memiliki peran strategis dalam mendorong kerja sama antar daerah dan sub-nasional sebagai bagian integral dari hubungan bilateral Indonesia–Rusia,” ujar Gusti Farid Hasan Aman saat pertemuan dengan Duta Besar Federasi Rusia di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.


Dalam pertemuan tersebut, Gusti Farid didampingi Wakil Ketua BKSP DPD RI Darmansyah Husein, Mirah Midadan Fahmid, dan Henock Puraro, menjelaskan, bahwa dalam kerangka kemitraan strategis Indonesia–Rusia, terdapat peluang besar untuk mengembangkan kerja sama antar daerah di berbagai sektor. 

Di antaranya seperti pendidikan, kebudayaan, pariwisata, energi, lingkungan, serta pengembangan ekonomi lokal. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).

“Melalui BKSP DPD RI, kami berkomitmen untuk terus memperkuat diplomasi parlemen berbasis daerah serta menjembatani kepentingan nasional dan kepentingan daerah dalam kerangka hubungan bilateral yang strategis dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, menyampaikan pandangannya terkait peluang menjajaki dan meningkatkan berbagai bentuk kerja sama antara kedua negara. 

Ia menilai momentum hubungan bilateral semakin kuat, terutama setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pada tahun 2025 yang menghasilkan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis.

“Penandatanganan berbagai kesepakatan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi penguatan kerja sama konkret antara Indonesia dan Rusia, termasuk di tingkat daerah,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua BKSP DPD Mirah Midadan Fahmid menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mendalami perkembangan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia, termasuk dalam konteks keanggotaan Indonesia di BRICS serta rencana perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

“Pertemuan ini menjadi wadah pertukaran pandangan mengenai langkah-langkah konkret untuk mendorong keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah sub-nasional, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam implementasi kerja sama bilateral kedua negara,” ujar Mirah.

Sementara itu, Wakil Ketua BKSP DPD Henock Puraro menyoroti pentingnya penguatan kerja sama di sektor strategis, khususnya pendidikan, guna meningkatkan keterampilan dan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai Rusia memiliki keunggulan di berbagai bidang pendidikan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan SDM daerah di Indonesia.

“Kami berharap kerja sama pendidikan dengan Rusia dapat terus ditingkatkan, terutama untuk memperkuat keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia di daerah,” ujar Henock.

Wakil Ketua BKSP Darmansyah Husein, menilai sejumlah bentuk kerja sama antar parlemen antara DPD RI dan Dewan Federasi Federasi Rusia perlu terus diperkuat, antara lain melalui program peningkatan kapasitas (capacity building) bagi anggota parlemen dan sekretariat jenderal, penguatan kerja sama antar pemerintah daerah, kerja sama di bidang pendidikan, serta kolaborasi dalam pengembangan pasar tenaga kerja.

“Kami meyakini bahwa kemitraan strategis memerlukan interaksi yang lebih kuat, terlebih di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini,” pungkas Darmansyah.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya