Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Sekjen NATO Mark RUtte. (Foto: nytimes.com)

Dunia

Trump Cabut Ancaman ke Greenland

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 19:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menurunkan tensi. Ancaman tarif dagang ke negara-negara Eropa yang menentang ambisinya atas Greenland dianulir. Trump juga menegaskan tak akan menggunakan kekerasan untuk merebut Greenland.

Perubahan sikap terjadi setelah Trump bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu, 21 Januari 2026. Dilansir dari Al Jazeera, keduanya disebut menyepakati 'kerangka kerja' masa depan terkait Greenland dan kawasan Arktik.

“Solusi ini, jika terwujud, akan menjadi solusi yang hebat bagi Amerika Serikat, dan semua negara NATO,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social setelah bertemu Rutte di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.


Namun seperti biasa, Trump tak merinci detail kerangka kerja yang disepakati. Dia hanya menyebut pembahasan mencakup keamanan kawasan, mineral strategis, hingga rencana “Golden Dome”, sistem perisai pertahanan rudal yang ingin ia bangun.

Mark Rutte sendiri memilih irit bicara. Dalam wawancara dengan Fox News, ia menghindari pertanyaan soal apakah AS akan mengambil alih Greenland. Rutte hanya menegaskan fokus NATO adalah perlindungan Arktik secara menyeluruh.

“Pada dasarnya kami membahas bagaimana kita dapat mengimplementasikan visi presiden tentang melindungi, ya, Greenland tetapi tidak hanya Greenland, seluruh Arktik,” kata Rutte.

NATO menilai pertemuan Trump dengan Rutte berjalan produktif. Juru bicara NATO Allison Hart menyebut kerangka kerja tersebut menitikberatkan kerja kolektif sekutu agar Rusia dan China tidak mendapatkan pijakan ekonomi maupun militer di Greenland.

Sebelumnya, Trump sempat bikin geger. Ia mengancam akan mengenakan tarif 10 persen terhadap Denmark dan tujuh negara Eropa lainnya mulai 1 Februari, bahkan naik menjadi 25 persen pada Juni, jika AS tak diberi lampu hijau membeli Greenland. Nilai perdagangan transatlantik senilai US$1,7 triliun pun ikut terancam.

Meski kini menolak kekerasan, Trump tetap ngotot. Ia bersikeras hanya Amerika Serikat yang mampu mengamankan Greenland yang kaya mineral itu.

“Saya tidak ingin menggunakan kekerasan, dan saya tidak akan menggunakannya,” kata Trump. Tapi pesannya jelas, Greenland masih belum lepas dari bidikan AS.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya