Berita

ilustrasi BPJS Kesehatan.

Politik

Layanan Harus Tetap Prima Meski Iuran BPJS 2026 Tidak Naik

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 17:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kepastian pemerintah untuk tidak menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 2026 menjadi kabar penting bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kelas menengah yang masih berjuang menjaga daya beli.

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, kebijakan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat, terutama di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat.

“Keputusan tidak menaikkan iuran BPJS tentu memberi ruang napas bagi masyarakat. Ini langkah yang perlu diapresiasi, selama tetap diiringi dengan komitmen menjaga keberlanjutan program dan mutu pelayanan,” ujar Netty, dikutip di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.


Netty mencatat adanya dukungan anggaran negara sebesar Rp20 triliun kepada BPJS Kesehatan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan layanan jaminan kesehatan tetap berjalan.

Namun, Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas ini mengingatkan bahwa suntikan fiskal tersebut harus benar-benar dimanfaatkan secara efektif dan akuntabel.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan dana tersebut berdampak langsung pada peningkatan layanan, bukan hanya menutup defisit. Masyarakat perlu merasakan layanan yang lebih mudah diakses, cepat, dan bermutu,” kata Politisi PKS tersebut.

Netty juga menekankan pentingnya transparansi pemerintah dalam menyampaikan arah kebijakan jangka menengah BPJS Kesehatan, termasuk rencana pembiayaan dan pengendalian biaya layanan kesehatan.

“BPJS Kesehatan adalah instrumen perlindungan sosial yang sangat vital. Kebijakannya harus dikelola secara hati-hati, berkeadilan, dan berorientasi pada pelayanan, bukan semata angka,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya