Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Bahlil Dorong Kemandirian Energi Bertahap

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 16:56 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara tegas mendorong kemandirian energi nasional dengan mengambil langkah konkret mengurangi impor bahan bakar, terutama melalui optimalisasi produksi dalam negeri dan program substitusi dan penguatan industri dalam negeri.

Bahlil bahkan mengklaim sebagai menteri yang secara terbuka menolak pola impor yang telah menjadi persoalan struktural dalam tata kelola energi nasional.

Hal ini dikatakan Bahlil saat menjelaskan mandat Presiden Prabowo Subianto terkait empat pilar energi nasional, yakni kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan swasembada energi. 


"Kalau ketahanan energi, itu sekarang ketahanan energi kita cuma 21 hari. Maka apa yang kita harus lakukan? Kita harus bangun storage,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR, di Senayan, Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

Bahlil menjelaskan, ketahanan energi tidak identik dengan kemandirian energi. Menurutnya, kemandirian baru tercapai jika seluruh kebutuhan bahan bakar minyak diproduksi di dalam negeri, termasuk melalui pembangunan dan ekspansi kilang.

"Maka yang harus kita lakukan sekarang adalah mendorong Pertamina untuk segera membangun kilang-kilang atau melakukan ekspanMenteri ESDM Bahlil Lahadalia. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)si kilang-kilang supaya produksinya bisa memenuhi tingkat konsumsi," kata Bahlil.

Untuk menutup celah impor, pemerintah memilih jalur transisi bertahap melalui substitusi berbasis energi nabati. Bahlil mencontohkan kebijakan mandatori etanol sebagai langkah realistis menekan impor bensin.

"Kalau etanolnya 10 persen, itu dapat melakukan efisiensi impor sebesar 3,9 juta," kata Bahlil.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya