Berita

Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak), Pujiyono Suwandi pada diskusi publik Infobank di St. Regis, HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Foto: Tangkapan layar Youtube)

Hukum

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 14:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penegakan hukum yang gencar dilakukan oleh aparat pemerintahan, ternyata tidak otomatis membuat indeks persepsi korupsi Indonesia meningkat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak), Pujiyono Suwandi dalam diskusi publik Infobank di St. Regis, HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 22 Januari 2026.

“Penegakan hukum gencar dilakukan, upaya refresif dilakukan, membuat orang takut juga, membuat juga para bankir takut juga, tetapi kemudian itu tidak menunjukkan angka persepsi korupsi kita, indeks persepsi korupsi kita itu naik,” kata Pujiyono.


Pujiyono mengungkapkan, dalam konteks ukuran penegakan hukum, jika dilihat pertandanya, Indonesia terbilang tidak bagus-bagus betul, atau belum masuk kategori negara yang taat dalam penegakan hukum.

“Sebagai negara yang kuat, yang tertib dalam penegakan hukum, ukurannya kita di angka-angka middle lah, di angka 53-58," kata Pujiyono.

Dalam diskusi bertajuk “Apakah Kredit Macet Bank Milik Negara Harus Dipidanakan dan Dianggap Merugikan Negara”, dia menyebutkan dari segi tata kelola pemerintahan yang baik (good corporate government/GCG), indeks persepsi korupsi merupakan salah satu tolak ukurnya.

“Kalau dalam konteks good corporate government itu salah satu ukuran yang paling penting adalah CPI (atau) Corruption Perception Index," kata Pujiyono.

“Jadi (Indeks persepsi korupsi Indonesia di dunia itu di angka) 30-an, pernah di angka 40 tapi kemudian turun lagi 33 dan terakhir adalah 37,” sambungnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya