Berita

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno. (Foto: Tim Eddy Soeparno)

Politik

Optimisme Eddy Soeparno

Diplomasi Prabowo di Inggris dan Davos Positif untuk Ekonomi dan Lingkungan Hidup

RABU, 21 JANUARI 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rangkaian agenda diplomasi Presiden Prabowo Subianto di Inggris dan Forum Ekonomi Dunia di Davos dapat membawa dampak positif yang nyata bagi perekonomian nasional, ketahanan energi, serta agenda konservasi lingkungan Indonesia.

Dikatakan Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Charles III di Inggris memiliki makna strategis, mengingat Raja Charles dikenal sebagai tokoh global yang memiliki komitmen kuat terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan. 

“Kami meyakini pertemuan tersebut akan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan Inggris dalam bidang transisi energi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pembiayaan hijau,” kata Eddy dalam keterangan tertulis, Rabu 21 Januari 2026.


Kata Eddy, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan biodiversitas yang besar, sehingga kolaborasi global sangat dibutuhkan agar pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Berkaitan dengan agenda Pidato Presiden Prabowo di Davos, Eddy menyambut positif kehadiran Indonesia di forum ekonomi global tersebut yang merupakan kesempatan penting untuk menyampaikan arah kebijakan pemerintah yang menekankan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, penguatan ketahanan energi nasional, serta komitmen terhadap pembangunan rendah karbon.

Kata Wakil Ketua Umum PAN itu, dia yakin pidato Presiden Prabowo di Davos akan memberikan keyakinan kepada komunitas internasional dan para investor bahwa Indonesia serius membangun ekonomi yang tangguh, mandiri secara energi, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. 

"Pesan ini penting agar Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam investasi hijau dan ekonomi masa depan," katanya.

Eddy menegaskan bahwa diplomasi ekonomi dan lingkungan yang dilakukan Presiden Prabowo di panggung global perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret di dalam negeri, termasuk penguatan regulasi, percepatan transisi energi bersih, serta perlindungan ekosistem dan masyarakat lokal.

“MPR RI tentu berharap seluruh hasil pertemuan dan forum internasional tersebut dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang membawa manfaat langsung bagi rakyat,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya