Berita

Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PAN Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu. (Foto: Tangkapan layar YouTube DPR)

Politik

Pasha Ungu Sorot Pelibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji

RABU, 21 JANUARI 2026 | 14:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Beredarnya informasi mengenai keterlibatan unsur TNI dan Polri menjadi petugas haji, disorot Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PAN Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu.

Pasha meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan penjelasan secara clear dan terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Menurut Pasha, informasi mengenai pelibatan aparat TNI-Polri perlu dijelaskan secara rinci, mulai dari sejauh mana keterlibatan tersebut, jumlah personel yang dilibatkan, hingga spesifikasi tugas yang dijalankan di lapangan.


“Ini sebenarnya sudah sampai di mana, soal petugas haji melibatkan kawan-kawan TNI Polri, jumlahnya berapa dan sebenarnya spesifikasinya di mana TNI Polri ini,” kata Pasha dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR bersama Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu 21 Januari 2026.

Kata Pasha, kejelasan diperlukan terkait unsur mana dari TNI atau Polri yang dilibatkan, apakah dari satuan kesehatan, atau satuan tertentu lainnya.

Lebih jauh, Pasha mengapresiasi kesiapan petugas haji yang saat ini tengah menjalani bimbingan teknis (bimtek). Menurutnya, pembinaan yang dilakukan telah membentuk mental dan kesiapan petugas secara optimal.

“Kami secara pribadi, PAN, memberikan dukungan penuh bilamana memang ada keterlibatan fungsi TNI Polri,” kata Pasha. 

Pasha melanjutkan, ada hal penting dari aspek perlindungan dan advokasi hukum bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

“Kalau masyarakat yang terlibat dengan persoalan-persoalan hukum di sana Pak, harus mengadu ke mana? Apakah tentara yang terlibat di sana sebagai petugas, apakah polisi, atau pihak imigrasi, atau mungkin dari konsulat atau kedutaan?” pungkas Pasha.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya