Berita

Ilustrasi. (Foto: Wahdah Inspirasi Zakat)

Publika

Operasional Zakat Mal Berbasis Emas

RABU, 21 JANUARI 2026 | 03:45 WIB

NISAB zakat mal ditetapkan setara dengan 85 gram emas murni. Artinya, kewajiban zakat tidak bergantung pada bentuk harta yang disimpan, tetapi pada nilainya yang disetarakan dengan emas. Selama total kekayaan seseorang mencapai atau melampaui nilai 85 gram emas, maka zakat mal telah wajib dikeluarkan.

Karena itu, zakat mal tidak hanya berlaku bagi orang yang menyimpan emas secara fisik, tetapi juga bagi mereka yang menyimpan harta dalam bentuk rupiah. Cara menentukannya sederhana dan objektif: nilai simpanan rupiah dicocokkan dengan harga emas Antam per gram, lalu dikalikan 85. Jika total harta rupiah tersebut setara atau melebihi nilai itu, maka kewajiban zakat berlaku penuh.

Zakat mal wajib dibayarkan dalam bentuk emas, bukan sekadar rupiah. Besarannya adalah seperempat puluh (1/40) atau yang umum dikenal sebagai 2,5 persen. Dengan demikian, zakat dari 85 gram emas adalah 2,125 gram emas. 


Seorang muzakki boleh menggenapkannya menjadi 3 gram emas, dengan selisih 0,875 gram diniatkan sebagai sedekah tambahan jika ia menghendaki. Praktik ini tidak mengubah kewajiban, tetapi justru memperluas manfaat sosialnya.

Dalam penyalurannya, amil zakat tidak harus terbatas pada lembaga negara. Amil dapat berupa siapa saja atau lembaga apa saja yang dipercaya oleh muzakki: perorangan, DKM masjid, yayasan, lembaga swasta, maupun lembaga pemerintah yang mampu melaksanakannya. 

Yang menjadi kewajiban amil adalah menerima dan menyalurkan zakat dalam bentuk emas yang sama, bukan mengkonversinya secara sepihak ke rupiah. Jika zakat diterima dalam emas, maka emas itulah yang diberikan kepada mustahik, misalnya satu gram emas untuk satu orang mustahik.

Bagi mustahik, menjual emas tersebut ke toko emas justru berpotensi merugikan, karena adanya selisih harga beli dan harga jual dalam rupiah. Solusi yang lebih adil dan efisien serta lebih menjaga kepercayaan muzakki, adalah barter langsung menggunakan emas. 

Misalnya, mustahik membutuhkan 10 karung beras, maka ia dapat mendatangi pedagang beras di pasar induk dan menawarkan pembayaran dengan emas. Jika satu pedagang menolak, ia dapat mencari pedagang lain tanpa rasa malu, karena yang dilakukan adalah transaksi barter, bukan meminta-minta.

Secara riil, satu gram emas saja dapat memberi dampak besar. Dengan asumsi kebutuhan beras satu keluarga adalah satu karung per bulan, maka satu gram emas dapat mencukupi kebutuhan makan hingga 10 bulan, tergantung kesepakatan harga dan kualitas barang. Ini menunjukkan bahwa zakat dalam bentuk emas memiliki daya tahan nilai yang jauh lebih stabil dibandingkan rupiah.

Praktik barter ini tidak terbatas pada beras saja. Barang kebutuhan lain–seperti minyak, gula, pakaian, atau keperluan dasar lainnya–dapat diperoleh dengan cara yang sama, selama ada kesepakatan sukarela antara kedua belah pihak dan tanpa paksaan. Dengan mekanisme ini, zakat kembali berfungsi sebagai alat distribusi nilai riil, bukan sekadar perpindahan angka dalam sistem moneter.

Muchamad Andi Sofiyan
Penggiat literasi dari Republikein StudieClub


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya