Berita

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. (Foto: Dokumentasi Edy Kuscahyanto)

Nusantara

Ini Tiga Makna Penting Isra Mikraj Menurut Mendikdasmen

RABU, 21 JANUARI 2026 | 03:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Isra Mikraj merupakan peristiwa yang sangat penting dalam perjalanan sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan risalah Islam. Rasulullah mendapatkan kekuatan spiritual berdakwah setelah diperjalankan Isra Mikraj dengan  membawa wahyu melaksanakan salat.
 
Pesan itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di hadapan jamaah  Masjid At-Thalibin, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia saat memperingati Isra Mikraj bertema “Isra Mikraj Momentum Pembentukan Karakter Unggul”, dengan penceramah Ustadz Das’ad Latif, Senin, 19 Januari 2026.
  
“Saya tidak akan memberikan tausiah, singkat saja karena yang inti nanti Ustadz Das'ad Latif yang akan memberikan uraian hikmah peringatan Isra Mikraj,” ujar Mu’ti dalam yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
 

 
“Ustadz Dr. Das’ad Latif yang banyak sekali gelar master di belakangnya itu berarti menunjukkan memang seorang yang rajin belajar dan lulus belajarnya,“ tambahnya yang disambut tawa jamaah.
 
Tiga hal yang disampaikan Mu’ti tentang Isra Mikraj sebagai sebuah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah perjuangan nabi ialah terkait sabar, dermawan, konsisten dalam melaksanakan salat. Kemudian ujungnya adalah kemenangan bagi umat Islam. 

Lanjut dia, Isra Mikraj berlangsung ketika Nabi Muhammad dalam keadaan sedang gundah gulana. Beberapa ahli menyebutkan Rasul melaksanakan Isra Mikraj pada tahun ke-11 setelah kenabian, yang pada tahun sebelumnya mengalami musibah sangat berat yaitu ditinggal wafat dua orang yang dicintai dan sangat berperan mendukung dakwah Rasul.
 
Dikisahkan oleh Mu’ti, Rasul ditinggal Abu Thalib pamannya, seorang yang memiliki jasa sangat besar dalam membela dan melindunginya. Berbagai riwayat menyebutkan Abu Thalib waktu itu belum beragama Islam, bahkan ada yang menyebut sampai akhir hayatnya juga tidak memeluk Islam.
 
Kemudian setelahnya, ditinggal oleh istri tercinta satu-satunya pada waktu itu, yaitu Siti Khadijah. yang menjadi istri dalam keadaan suka dan duka, mendukung perjuangan dakwah Rasul dengan segenap harta yang dimilikinya dan berbagai bentuk perjuangan yang membuat Nabi Muhammad merasa kuat dalam berdakwah.
 
“Dua orang yang Nabi cintai  itu wafat pada tahun ke-10 setelah kenabian, sehingga dalam sejarah itu disebut sebagai amul huzni atau tahun duka cita. Satu tahun setelah Isra Mikraj beliau diperintahkan untuk hijrah dari Makkah ke Yatsrib,” jelasnya.

Sambungnya, meninggalkan kampung halaman demi melanjutkan perjuangan, bukan peristiwa yang mudah dilakukan. Nabi diancam oleh orang-orang kafir yang berusaha menghalangi supaya tidak hijrah tapi tetap kukuh melakukannya.
 
Masih kata Mu’ti, dengan merekonstruksi sejarah sebagai bagian dari memahami makna Isra Mikraj, segera didapat satu pemahaman betapa Rasulullah itu mendapatkan kekuatan spiritual dalam berdakwah setelah Isra Mikraj yang di dalamnya mendapatkan wahyu untuk melaksanakan salat.
 
Mu’ti menunjukkan kuatnya kaitan shalat dan kesabaran. Mengutip Al Baqarah 153, Yaaa ayyuhal laaziina aamanus ta'iinuu bissabri was Salaah; innal laaha ma'as-saabiriin, “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar”.
 
 
“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan,” ungkapnya.
 
Karena itu maka shalat banyak dikaitkan dengan kedermawanan. Sehingga orang yang rajin shalat biasanya banyak berderma.
 
“Itulah mengapa kalau ada pengajian, ada di masjid itu setelah shalat ada kotak amal yang keliling. Itu saya kira biar segera mengamalkan ayat itu,” ucap Mu’ti.
 
Ketiga, adalah kaitan shalat dengan kemenangan. Qad aflahal mu'minuun, “sungguh akan menang falah orang-orang yang beriman”. Mereka siapa yang menang itu? Allaziina hum fii Salaatihim khaashi'uun (mereka yang senantiasa khusyuk dalam melaksanakan shalatnya).
 
“Saya hanya menyampaikan tiga hal itu secara ringkas dan tidak lucu karena nanti biar yang lucu Ustadz Das’ad Latif,” seloroh Mu’ti yang diikuti tawa jamaah.
 
Sabar, dermawan, konsisten dalam melaksanakan shalat, itulah nilai-nilai yang wajib diteladani dari Isra Mikraj Nabi yang mengantarkan kepada kejayaan. Itulah makna dan spirit Isra Mikraj.
 
Didampingi Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dan Fajar Riza Ul Haq dalam peringatan Isra Mikraj ini Abdul Mu’ti menyerahkan beasiswa semester genap tahun pelajaran 2025-2026 kepada 30 siswa putra-putri karyawan Kemendikdasmen.
 
Mengakhiri sambutannya, Mu’ti berpesan untuk melahirkan generasi yang unggul perlu tekun, sabar, mendidik anak-anak menjadi generasi yang taat melaksanakan salat. 
 
“Dalam  bahasa lain generasi yang beriman dan bertakwa sebagai salah satu dari tujuan pendidikan nasional,” pungkas Mu’ti.   


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya