Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Purbaya Sentil Ekonom yang Kritik Rencana Tukar Jabatan BI-Kemenkeu: Dia Iri

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 18:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik sejumlah ekonom terkait wacana tukar jabatan antara pejabat Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Purbaya bahkan menyebut kritik tersebut dilandasi rasa iri.

Sebelumnya sejumlah ekonom mengkritik independensi BI setelah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang juga kader Partai Gerindra masuk ke dalam bursa calon Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung.

“Ekonomnya siapa? Dia iri, mungkin dia pikir harusnya dia yang ke BI, ekonomnya,” ujar Purbaya kepada wartawan pada Selasa, 20 Januari 2026.


Purbaya menegaskan, kebijakan fiskal dan moneter akan tetap berjalan sesuai koridor meski ada perpindahan pejabat. Ia menilai kekhawatiran soal independensi BI terlalu dibesar-besarkan.

“Saya kan gini, kebijakan fiskal dan moneter kan nanti kalau orangnya ke sana, Pak Tomy kan pasti lebih independen lebih bebas. Pasti dia enggak akan di Gerindra lagi tuh kalau dugaan saya,” jelasnya.

Menurut Purbaya, satu orang tidak akan bisa mengendalikan seluruh Dewan Gubernur BI. Setiap kebijakan akan tetap melalui proses diskusi dan musyawarah.

“Enggak bisa satu orang mempengaruhi semuanya. Jadi harus diskusi antar mereka  nanti. Dugaan saya sih harus selalu kompromi, kompromi tuh musyawarah mufakat ya,” katanya.

Ia menegaskan, selama pendekatan yang digunakan adalah musyawarah, maka tidak ada persoalan dalam relasi antara pemerintah dan bank sentral.

“Kalau saya di LPS (dulu ) selalu musyawarah mufakat, di sini ya juga musyawarah mufakat. Jadi selama approach-nya seperti itu, enggak ada masalah,” tegasnya.

Purbaya juga membantah tudingan adanya intervensi pemerintah terhadap BI.

“Nanti kalau ada intervensi pemerintah yang dianggap berlebihan itu kan bisa kelihatan. Tapi selama ini kan cuman sinergi ke arah yang lebih bagus kan? Kalau itu bukan intervensi, kerja sama. Betul enggak?” ujarnya.

Menjawab isu independensi BI yang dipersoalkan karena faktor afiliasi politik, Purbaya kembali menekankan mekanisme kolektif di tubuh BI.

“Satu bisa mengendalikan tujuh enggak? Enggak bisa kan seandainya Gerindra pun. Itu kan pasti akan debat, akan diskusi dan kalau kepepet voting,” katanya.

Ia juga menyinggung isu kedekatan personal dengan Presiden Prabowo Subianto yang kerap dijadikan bahan spekulasi.

“Hubungan dia dengan Prabowo kenapa dia? Dia kan ponakannya Pak Prabowo kan? Saya juga kan diisukan juga saudaranya Tomy, kan enggak apa-apa,” ucapnya.'

Selain itu, Purbaya juga menepis kekhawatiran ekonom soal potensi penggunaan dana bank sentral untuk menalangi program-program pemerintah imbas tukar jabatan tersebut.

“Kan bisa kelihatan sama publik. Kalau gitukan publik bisa lihat langsung bisa kritik. Saya juga enggak butuh uang mereka, saya kaya. Kenapa gua mesti minta uang mereka kebanyakan?” ujarnya.

Purbaya menegaskan, anggaran program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah ada tanpa perlu pembiayaan dari bank sentral.

“MBG kan cukup. Sekarang tiga tahun lalu aja cukup, tahun sekarang kan Rp335 triliun, itu pun ada desain di anggarannya. Harusnya cukup. Saya enggak perlu uang Bank Sentral untuk itu,” katanya.

Ia memastikan pemerintah akan menjaga independensi BI secara maksimal.

"Jadi kita akan jaga independensi Bank Sentral dengan pemerintah semaksimal mungkin. Dalam pengertian saya enggak akan memeras Bank Sentral untuk membiayai program pembangunan kita," tandasnya.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Rieke Diah Pitaloka Soroti Pentingnya Integrasi Data Haji Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:18

Pekan Depan, Presiden dan Wapres Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:01

Harga Minyak Dunia Naik Tipis di Akhir Pekan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:47

Haji 2026, Ketua Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Waspadai Tantangan Fase Armuzna

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35

DPR dan Grenpace Bahas Penguatan Swasembada Pangan Lewat Hilirisasi Perkebunan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:19

Pemerintah Disarankan Dahulukan Kelompok Rentan untuk MBG

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:09

Komisi V DPR Tinjau Gangguan GPS Penerbangan, Minta Sistem Mitigasi Diperkuat

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:01

Indeks DXY Kokoh di 99,24, Dolar AS Dekati Level Tertinggi 6 Pekan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:54

Harga Tiket FIFA Matchday Timnas Indonesia Juni 2026, Ini Cara Belinya

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:48

Megawati dan Sri Sultan HB X Berbincang Santai di Keraton hingga Larut Malam

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:30

Selengkapnya