Berita

Sebuah kereta api tergelincir di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 14 Januari (Foto: Departemen Hubungan Masyarakat Provinsi Nakhon Ratchasima)

Global

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Ambruknya Crane di Thailand

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 12:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden ambruknya crane yang menimpa kereta penumpang di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan WNI terdampak kecelakaan maut tersebut. 

“Terkait kecelakaan ambruknya crane yang menimpa kereta penumpang di Provinsi Nakhon Ratchasima pada Rabu, 14 Januari, sejauh ini tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban kecelakaan tersebut,” ungkap Heni dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 16 Januari 2026.


Meski demikian, Kemlu RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok terus melakukan pemantauan intensif dengan berkoordinasi bersama otoritas setempat. 

"KBRI Bangkok terus memantau melalui otoritas setempat dan akan melakukan penanganan cepat apabila ada WNI yang menjadi korban,” tegasnya.

Insiden crane runtuh di Thailand terjadi secara beruntun dalam kurun dua hari. 

Peristiwa pertama terjadi pada Rabu, 14 Januari 2026, di Provinsi Nakhon Ratchasima, wilayah timur laut Thailand. Sebuah crane proyek pembangunan kereta cepat ambruk dan menimpa Kereta Ekspres Khusus No. 21 rute Krung Thep Aphiwat-Ubon Ratchathani yang sedang melintas.

Benturan keras menyebabkan rangkaian kereta keluar dari rel dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga laporan terakhir, insiden tersebut menewaskan 32 penumpang, menjadikannya salah satu kecelakaan infrastruktur paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di Thailand.

Sehari berselang, Kamis, 15 Januari 2026, kecelakaan serupa kembali terjadi. Kali ini, sebuah crane baja berukuran besar ambruk di proyek pembangunan jalan tol di Provinsi Samut Sakhon, kawasan pinggiran Bangkok. 

Crane tersebut roboh ke arah Jalan Rama II, salah satu jalur transportasi tersibuk, dan menimpa kendaraan sipil yang sedang melintas.

Akibat insiden tersebut, dua mobil hancur tertindih struktur logam dan dua pengguna jalan dinyatakan meninggal dunia. Petugas penyelamat terpaksa menggunakan alat hidrolik untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam kendaraan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya