Berita

Ilustrasi. (Foto: Dispenal)

Politik

Isu Kemaritiman Makin Hilang dalam Diplomasi Indonesia

RABU, 14 JANUARI 2026 | 22:44 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pidato Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026 menuai sorotan.

Pasalnya, pidato Menteri Luar Negeri Sugiono secara panjang lebar tersebut tidak menyinggung sektor maritim yang merupakan urat nadi geopolitik dan geoekonomi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi saat berbincang dengan RMOL beberapa saat lalu.


Menurut Siswanto, Kemlu seharusnya menjadi panglima dalam mengawal diplomasi maritim Indonesia yang nantinya terkait dengan ekonomi, politik serta pertahanan-keamanan.

“PPTM 2026 tidak menyebut isu maritim, padahal ini sangat penting dalam menjawab ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global. Kita butuh diplomasi maritim yang hebat, tapi apa daya Menlu tidak menyebut sedikit pun,” kata Siswanto.

Ia pun mengomentari Asta Cita Prabowo-Gibran yang juga tidak menyentuh aspek kemaritiman. Lanjut Siswanto, yang ada hanya ekonomi biru, yang merupakan salah satu domain kecil dalam sektor kemaritiman.

“Sehingga tidak heran jika isu maritim hilang dari aktivitas diplomasi, padahal ruh kejayaan diplomasi Indonesia ada di sini,” tegasnya.

Pengamat maritim yang dikenal kritis ini lantas menyoroti masa depan industri maritim yang dipastikan bakal suram ketika tidak ditopang dengan diplomasi maritim yang mumpuni.

“Keberadaan industri maritim nasional seperti pelabuhan, pelayaran, dan lain-lain akan semakin jauh dari perhatian internasional, karena perhatian pemerintah juga lemah,” pungkasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya