Berita

Menlu Sugiono (Foto: YouTube Kemlu RI)

Global

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

RABU, 14 JANUARI 2026 | 16:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyerukan agar ASEAN kembali pada tujuan awal pembentukannya, yakni menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, stabil, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. 

Seruan tersebut disampaikan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 14 Januari 2026.

Dalam situasi geopolitik global yang kian tidak menentu, peran ASEAN dinilai semakin krusial. Sugiono mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kekuatan kolektif ASEAN. 


“In the current situation of geopolitical uncertainty, the stronger ASEAN is, the more we will be heard,” ujarnya.

Namun, Menlu mengingatkan bahwa kekuatan ASEAN hanya dapat terwujud jika kesatuan dan sentralitasnya terus dijaga. 

Untuk itu Indonesia menyerukan kepada ASEAN agar kembali meneguhkan tujuan awal pembentukannya sebagai kawasan yang damai, terbebas dari unjuk kekuatan, serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

"Indonesia mengajak dan menyerukan agar ASEAN kembali pada tujuan awal: untuk menjaga kawasan ini menjadi ruang damai, bebas dari unjuk kekuatan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyatnya," tegasnya. 

Indonesia, lanjut Sugiono, siap bersinergi dengan Keketuaan Filipina untuk memastikan kesinambungan agenda kawasan, termasuk penyelesaian Code of Conduct di Laut China Selatan yang sejalan dengan UNCLOS. 

Terkait Myanmar, Indonesia konsisten mendorong penyelesaian yang berkelanjutan dan legitimate melalui dialog inklusif guna membuka jalan rekonsiliasi nasional.

"Kita menyadari bahwa perkembangan situasi, termasuk pelaksanaan pemilu di Myanmar, menuntut pendekatan yang beyond business as usual," tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya