Berita

Tersangka pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi, Eggi Sudjana. (Foto: Istimewa)

Politik

Eggi Sudjana Ngaku Ditawari Proyek Triliunan Asal Minta Maaf ke Jokowi

RABU, 14 JANUARI 2026 | 02:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengacara Roy Suryo cs, Refly Harun membongkar isi percakapan yang dikirim Eggi Sudjana terkait pertemuannya dengan mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Salah satunya terungkap Eggi Sudjana dijanjikan proyek triliunan asal mau meminta maaf kepada Jokowi. 

Hal itu dikatakan Refly saat membacakan percakapan antara Eggi Sudjana dengan Benny Parapat di aplikasi pesan WhatsApp yang dibacakan dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Babak Baru, Tudingan ‘Orang Besar’ Ijazah Jokowi di iNews, dikutip Rabu 14 Januari 2026.


"Bahwa BES (Bang Eggi Sudjana) benar mendatangi JKW (Jokowi) atas permintaan dan undangan JKW beberapa bulan yang lalu," kata Refly saat membacakan isi pesan WhatsApp.

Refly melanjutkan, dalam percakapan tersebut, Eggi Sudjana mengaku ditawari perjalanan ke luar negeri hingga proyek dengan nilai triliunan rupiah.

"Bahkan dikondisikan ke LN, pasti luar negeri ini, dengan servis yang amat istimewa dan jaminan dapat proyek nilai triliunan. Underline, proyek ya. Mekanisme bank resmi dapat diwujudkan karena T (triliunan) itu ready," sambung Refly membacakan isi pesan. 

Namun, kata Refly, semua tawaran tersebut baru bisa dinikmati asal Eggi Sudjana bersedia meminta maaf ke Jokowi.

"Tawaran deal BES mesti bersedia minta "M" pada "J". Maksudnya minta maaf pada Jokowi. Demi Allah, BES menolaknya hingga gagal lah deal tersebut," kata Refly membacakan isi pesan.

Refly mengklaim Eggi Sudjana tidak pernah menerima proyek itu dan tidak meminta maaf pada Jokowi atas gaduhnya kasus ijazah. 

Sebelumnya, Eggi Sudjana bersama Damai Hari Lubis menemui Jokowi di Solo. Pertemuan berlangsung di kediaman Jokowi di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis sore, 8 Januari 2026.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya