Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Prabowo Kerap Pimpin Rapat Kabinet Sambil Menangis

RABU, 14 JANUARI 2026 | 02:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sisi emosional Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat-rapat kabinet diungkap Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah. Menurut Fahri, Prabowo kerap menangis ketika dihadapkan pada realitas kemiskinan ekstrem yang masih dialami rakyat Indonesia.

"Beberapa kali Pak Prabowo memimpin rapat kabinet sambil menangis. Kalau ada gambar orang-orang miskin, orang tua renta masih narik becak, itu dia nangis. Ada anak gadis kecil namanya Naila, pakai kerudung, berdiri di depan rumah yang rubuh, yang rungkuk. Beliau nangis, bilang 'Kok bisa ya kita tidur sementara ada orang seperti ini?'" ungkap Fahri.

Menurut Fahri, sikap itu menunjukkan cara berpikir Prabowo yang sangat sederhana namun tegas. Presiden, kata dia, hanya memiliki dua agenda besar dalam transformasi bangsa, yakni menghentikan kebocoran dan mengakhiri ketimpangan.


Yang pertama, Prabowo meyakini adanya kebocoran besar pada APBN dan sumber daya alam. Keyakinan itu, lanjut Fahri, bahkan sudah disampaikan sejak lama dan diwarisi dari pemikiran ayahnya, Prof. Soemitro Djojohadikusumo.

“Makanya beliau melakukan efisiensi dan mengejar pihak-pihak yang mengambil sumber daya alam kita untuk diselundupkan dan dijual ilegal ke luar negeri. Ini prestasi besar,” tegas Fahri.

Fahri menyayangkan upaya tersebut kerap dianggap biasa oleh sebagian elite dan LSM. Padahal, kata dia, Prabowo sedang melakukan perampasan aset secara nyata, meski sering tidak diapresiasi.

“LSM sibuk bilang pemerintah tidak komit karena belum ada UU perampasan aset. Padahal Pak Prabowo lagi merampas aset. Ini aneh,” sindirnya.

Agenda kedua Prabowo, menurut Fahri, adalah menghentikan ketimpangan ekstrem antara si kaya dan si miskin. Presiden disebut sangat terguncang melihat jurang sosial yang makin lebar.

“Yang miskin ini benar-benar miskin, sementara ada yang kaya sekali. Ini yang mau beliau akhiri,” kata Fahri seperti dikutip dari YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Rabu 14 Januari 2026.

Karena itu, Prabowo mendorong program pemberian makanan bergizi, susu bagi anak-anak, serta pendirian sekolah rakyat untuk memutus rantai kemiskinan struktural.

“Konsepsi Pak Prabowo sederhana. Kekayaan alam bocor, ini saya stop. Ada orang miskin sekali, ini saya angkat. Itu saja,” pungkas Fahri.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya