Berita

Kejati Sumut Tahan Dirut PT PASU dalam Kasus Korupsi Aluminium Inalum. (Foto: RMOLSumut)

Hukum

Kejati Sumut Tahan Dirut PT PASU Buntut Korupsi Inalum

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 21:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Direktur Utama PT Prima Alloy Steel Universal (PASU), Joko Sutrisno ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penjualan aluminium alloy oleh PT Indonesia Aluminium (Inalum).

"Penetapan tersangka JS (Joko Sutrisno) merupakan bagian dari pengembangan kasus yang sebelumnya telah menjerat tiga tersangka lain,” kata Plt Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Indra Ahmadi Hasibuan dikutip dari Kantor Berita RMOLSumut, Selasa, 13 Januari 2026.

Joko dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, serta ketentuan pidana dalam KUHP terbaru.


Kejati Sumut juga telah menahan Joko selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara Kelas IA Tanjung Gusta Medan setelah menemukan bukti kuat keterlibatannya dalam transaksi penjualan aluminium periode 2018 hingga 2024 yang diduga sarat penyimpangan.

Dalam konstruksi perkara, penyidik menilai telah terjadi rekayasa skema pembayaran penjualan aluminium alloy. Skema yang semula mensyaratkan pembayaran tunai dan menggunakan surat kredit berdokumen dalam negeri justru diubah menjadi dokumen agen acceptance dengan jangka waktu 180 hari.

“Perubahan mekanisme tersebut membuat kewajiban pembayaran tidak dipenuhi, padahal barang sudah dikirim. Hal inilah yang menimbulkan potensi kerugian negara,” ujar Indra.

Akibat perbuatan tersebut, kerugian negara sementara diperkirakan mencapai 8 juta Dolar AS atau lebih dari Rp133 miliar. Meski demikian, nilai pasti kerugian masih menunggu hasil perhitungan resmi.

Penyidik sebelumnya telah lebih dulu menahan tiga tersangka, yakni DS, JS (pihak internal sebelumnya), serta OAK yang menjabat Direktur Pelaksana PT Inalum periode 2019–2021.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya