Berita

Siswa Indonesia menyabet medali emas dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPTEx) 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ciptakan Alat Pendeteksi Tanah Berbasis AI

Siswa Indonesia Raih Emas di Bangkok IPITEx

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 06:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tujuh siswa Indonesia dari empat sekolah, berhasil menyabet medali emas dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPTEx) 2026 yang diselenggarakan pada 5-9 Januari 2026.

Penghargaan ini diberikan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) atas inovasi mereka yang bernama SoilPIN -- sebuah alat portabel pemantau kesehatan tanah berbasis kecerdasan buatan (AI).

Tim yang terdiri dari Nazeer Omar Verico (Mentari Intercultural School Jakarta-MISJ), Armand Muhammad Abdullah (British School Jakarta-BSJ), Muhammad Argi Imrantama (Mentari Intercultural School Jakarta-MISJ), Baraputra Nathan Ararya (Mentari Intercultural School Jakarta-MISJ), Shah Jehan Abhiraj Kamal (Mentari Intercultural School Bintaro - MISB), Bryan Adrian Romeli (Mentari Intercultural School Jakarta-MISJ), dan Kianu Adiara Anggun (Jakarta Intercultural School-JIS) ini menciptakan SoilPIN sebagai solusi praktis untuk membantu petani dan peneliti dalam memantau kualitas tanah secara real-time


Alat ini mampu mengukur parameter penting tanah seperti kelembaban, pH, suhu, dan kandungan nutrisi, lalu mengirimkan data ke aplikasi smartphone yang dilengkapi analisis AI.

Tim asal Indonesia tersebut menciptakan SoilPIN sebagai solusi praktis untuk membantu petani dan peneliti dalam memantau kualitas tanah secara real-time. 

Alat ini mampu mengukur parameter penting tanah seperti kelembaban, pH, suhu, dan kandungan nutrisi, lalu mengirimkan data ke aplikasi smartphone yang dilengkapi analisis AI.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat melihat peta sebaran kualitas tanah, mendapatkan rekomendasi perbaikan lahan, dan memantau perubahan kesehatan tanah dari waktu ke waktu. 

SoilPIN telah diujicobakan di lahan pertanian di Bandung dan menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan.

“SoilPIN tidak hanya alat ukur, tetapi juga mitra pintar bagi petani. Dengan AI, kami ingin memberikan insight yang actionable untuk perbaikan tanah,” kata perwakilan tim, dikutip Selasa 13 Januari 2025.

IPTEx merupakan ajang internasional yang memamerkan inovasi teknologi dan kekayaan intelektual dari berbagai negara. 

SoilPIN adalah probe tanah portabel yang terhubung dengan aplikasi berbasis AI untuk pemetaan dan rekomendasi kesehatan tanah. Alat ini dirancang untuk mudah digunakan, akurat, dan terjangkau, khususnya bagi petani di daerah terpencil.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya