Berita

Patung Merlion di Singapura. (Foto: Istock)

Global

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 22:08 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Singapura kini bukan sekadar tujuan migrasi, tetapi menjadi magnet permanen bagi tenaga kerja produktif Malaysia. 

Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, sebanyak 61.116 warga Malaysia resmi melepas kewarganegaraannya, berdasarkan catatan Jabatan Pendaftaran Negara Malaysia. 

Dari jumlah itu, 93,78 persen atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura sebagai kewarganegaraan baru, jauh meninggalkan Australia yang hanya menyerap 2,15 persen, sementara Brunei berada di bawah 1 persen. 


Angka ini mencerminkan laju rata-rata sekitar 10.000 orang per tahun yang keluar dari Malaysia melalui jalur pelepasan paspor.

Gelombang tersebut berjalan seiring dengan ekspansi tenaga kerja asing di Singapura. Data Ministry of Manpower (MOM) mencatat total foreign workforce meningkat dari 1,20 juta orang pada Desember 2021 menjadi 1,59 juta orang pada Juni 2025. 

Dalam kurun tiga setengah tahun, Singapura menambah hampir 393 ribu pekerja asing bersih, dan bahkan tanpa menghitung pekerja rumah tangga migran, jumlah tenaga kerja asing tetap naik dari 954 ribu menjadi 1,285 juta orang.

Kenaikan paling tajam terjadi di sektor konstruksi, manufaktur, dan galangan kapal (CMP sectors), dengan jumlah pemegang work permit melonjak dari 318 ribu orang pada 2021 menjadi 460 ribu orang pada pertengahan 2025. 

Sementara itu, jumlah pemegang Employment Pass, yang mewakili tenaga profesional dan manajerial, meningkat dari 161.700 menjadi lebih dari 201.000 orang. 

Di celah inilah warga Malaysia banyak masuk, karena kedekatan bahasa, budaya kerja, dan jarak geografis membuat mereka relatif mudah diserap dibanding tenaga asing lain.

Banyak dari warga Malaysia yang kemudian berganti kewarganegaraan tersebut sebelumnya sudah berada di Singapura dengan status Employment Pass, S Pass, atau Work Permit.

Setelah pendapatan stabil dan kontrak kerja menguat, paspor Malaysia perlahan berubah dari alat mobilitas menjadi hambatan hukum, mengingat Malaysia dan Singapura sama-sama tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda. 

Setiap proses naturalisasi di Singapura otomatis menuntut pelepasan paspor Malaysia, sehingga data renunciation Malaysia pada dasarnya mencerminkan proses naturalisasi Singapura.

Dari sisi demografi, perempuan mendominasi dengan 35.356 orang, sementara kelompok usia 31-40 tahun menjadi yang terbesar dengan 19.287 orang, disusul usia 21-30 tahun sebanyak 18.827 orang. Jika digabung, lebih dari 60 persen berasal dari usia produktif awal dan menengah. 

Dalam rentang 2015 hingga Juni 2025, lebih dari 97.000 warga Malaysia melepas kewarganegaraan, dengan laju sekitar 10.000 orang per tahun yang telah berlangsung hampir satu dekade. 

Bagi Singapura, pola ini berfungsi sebagai mesin rekrutmen tenaga kerja usia prima dengan biaya rendah, karena seleksi telah dilakukan oleh pasar tenaga kerja. 

Sebaliknya, bagi Malaysia, arus ini berarti kehilangan kelompok paling mahal untuk dibentuk, perempuan usia kerja, profesional muda, dan keluarga mapan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya