Berita

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade d Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 12 Januari 2026 (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 14:15 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, melakukan koordinasi terkait maraknya penambangan ilegal di Sumatera Barat dengan menyambangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026.

Andre geram atas kasus penganiayaan terhadap seorang nenek bernama Saudah di Kabupaten Pasaman.

“Saya datang ke Bareskrim Mabes Polri melakukan koordinasi dengan Direktorat Tipidter untuk soal kasus penambangan ilegal yang ada di Sumatera Barat. Jadi kasus nenek Saudah yang ada di Pasaman itu adalah puncak gunung es,” kata Andre.


Andre meyakini praktik penambangan emas ilegal di Sumatera Barat sudah berlangsung lama dan tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Solok Selatan, hingga Sijunjung.

“Beberapa tahun belakang peti penambangan emas secara ilegal di Sumatera Barat itu marak. Ada di Kabupaten Pasaman, di tempat Nenek Saudah itu. Lalu di Kabupaten Pasaman Barat, di Kabupaten Solok Selatan, dan juga Kabupaten Sijunjung, serta beberapa tempat lain,” ujar Andre.

Karena itu, Andre meminta kasus penganiayaan terhadap Nenek Saudah diusut tuntas dengan menurunkan tim khusus yang juga menangani persoalan tambang ilegal di Sumatera Barat.

“Kita akan berkoordinasi agar segera Mabes Polri menurunkan tim. Dulu juga sudah pernah Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit. Turun, hilang (tambang ilegal) berapa bulan, habis itu muncul lagi,” tambahnya.

Saudah, 68 tahun, menjadi korban penganiayaan setelah menolak aktivitas penambangan emas tanpa izin di atas lahan miliknya di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Peristiwa penganiayaan terjadi di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, pada Kamis, 1 Januari 2026, yang menyebabkan luka di tangan, wajah, dan kepala nenek Saudah.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya