Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Global

Trump Kini Incar Kejatuhan Kuba

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 10:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Kuba setelah sekutu utamanya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro, digulingkan.

Peringatan ini muncul di tengah kekhawatiran akan gejolak di Kuba, yang selama ini sangat bergantung pada pasokan minyak dari Venezuela. Situasi memburuk setelah Amerika Serikat menyita sejumlah kapal tanker minyak Venezuela, termasuk yang berbendera Rusia, sehingga aliran minyak ke Kuba terhenti.

Trump menilai Kuba selama bertahun-tahun bertahan hidup dari bantuan minyak dan dana Venezuela sebagai imbalan kerja sama keamanan. Namun, menurutnya, masa itu kini telah berakhir.


“Tidak akan ada lagi minyak atau uang yang masuk ke Kuba, nol! Saya sangat menyarankan mereka membuat kesepakatan, sebelum terlambat,” tulis Trump di media sosial, dikutip Reuters, Senin 12 Januari 2026.

Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk “kesepakatan” yang ia maksud.

Beberapa jam kemudian, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel membalas dengan pernyataan keras. Ia menegaskan AS tidak memiliki legitimasi moral untuk menghakimi Kuba dan mengecam sanksi AS yang disebutnya kejam.

Pemerintah Kuba juga mengklaim bahwa 32 personel militernya tewas dalam operasi AS yang berujung pada penangkapan Maduro. Personel tersebut diketahui berada di Caracas sebagai bagian dari kerja sama keamanan antara Kuba dan Venezuela.

Trump sendiri menyatakan Venezuela kini berada di bawah perlindungan Amerika dan menegaskan tanpa dukungan Venezuela, kondisi ekonomi Kuba akan semakin terpuruk. “Kuba akan jatuh. Kuba akan kalah telak,” ujar Trump.

Sebelum kejatuhan Maduro, Kuba memang sudah mengalami krisis ekonomi serius, mulai dari pemadaman listrik, kelangkaan bahan bakar, hingga kekurangan pangan. Terputusnya pasokan minyak dari Venezuela diperkirakan akan memperparah kondisi tersebut.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya