Berita

Logo Google (Foto: RMOL/Reni Erina)

Tekno

Google: Kami Tidak Menjual Chromebook ke Pemerintah Indonesia

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Google akhirnya angkat bicara terkait polemik pengadaan Chromebook di Indonesia yang menyeret nama perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut. Klarifikasi resmi disampaikan melalui blog perusahaan, setelah sebelumnya Google memilih tidak memberikan komentar publik.

Pernyataan ini muncul di tengah proses hukum yang sedang berjalan dan dugaan kasus korupsi pengadaan Chromebook yang dikaitkan dengan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. 

Google menyebut klarifikasi ini perlu disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di ruang publik.


Dalam penjelasan di blog resminya yang dikutip redaksi di Jakarta, 12 Januari 2026, Google menegaskan perusahaan tidak pernah menjual perangkat Chromebook kepada pemerintah Indonesia. 

Peran Google disebut terbatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS serta layanan pengelolaan perangkat pendidikan, yakni Chrome Education Upgrade (CEU).

Google menekankan Chromebook tidak diproduksi atau dijual langsung oleh perusahaan kepada pengguna akhir. Pengadaan perangkat sepenuhnya dilakukan oleh produsen perangkat asli (OEM) independen dan mitra lokal melalui mekanisme pengadaan pemerintah.

CEU dijelaskan sebagai sistem pengelolaan dan keamanan perangkat yang memungkinkan sekolah dan kementerian mengatur penggunaan Chromebook secara terpusat, mulai dari penyaringan konten hingga pengamanan perangkat jika hilang, guna melindungi aset publik.

Terkait fungsi, Google menyebut Chromebook dirancang untuk kebutuhan sekolah, termasuk di wilayah terpencil, dan tetap dapat digunakan secara offline. Perangkat ini diklaim telah memenuhi regulasi Kementerian Pendidikan dan digunakan sebagai sarana TIK pendidikan di berbagai negara. Di Indonesia, Chromebook disebut telah digunakan oleh jutaan siswa dan pendidik di lebih dari 80.000 sekolah.

Google juga membantah adanya konflik kepentingan terkait investasi perusahaan terhadap entitas yang berhubungan dengan Gojek. Investasi tersebut, menurut Google, dilakukan pada periode 2017-2021, sebagian besar sebelum Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan, dan tidak memiliki kaitan dengan kebijakan pengadaan teknologi pendidikan.

Perusahaan menegaskan tidak pernah menawarkan atau memberikan imbalan kepada pejabat publik terkait penggunaan produk Google. Seluruh proses pengadaan, kata Google, berada di bawah kendali kementerian dan dilakukan secara kompetitif melalui pemasok lokal.

Selain klarifikasi tersebut, Google menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap pengembangan pendidikan dan transformasi digital di Indonesia. Sejumlah program disoroti, mulai dari Bangkit yang telah melatih puluhan ribu mahasiswa, hingga pelatihan ratusan ribu guru melalui Gemini Academy dan sertifikasi internasional Gemini Certified Educator.

“Komitmen kami terhadap Indonesia telah dimulai jauh sebelum kepemimpinan saat ini maupun keputusan pembelian tertentu,” tulis Google.

Google menutup pernyataannya dengan menegaskan dukungan terhadap transformasi digital Indonesia, seraya menjunjung prinsip transparansi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya