Berita

Partai Demokrat.(Foto: RMOL)

Publika

Seharusnya Demokrat Menolak Pilkada Lewat DPRD

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 23:04 WIB

PARTAI Demokrat balik badan. Mendukung usulan beberapa partai terkait Pilkada lewat DPRD. Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB. 

Tidak dilibatkan rapat koalisi di rumah dinas Menteri ESDM Bahlil Lhadalia, membuat Demokrat grogi juga. Demokrat diganti PKB.

Padahal, PKB masuk belakangan, Demokrat sejak awal. Tapi Presiden Prabowo Subianto tak ada sentil Demokrat dalam retret kabinet di Hambalang, kemarin. Yang disentil justru PKB. 


"PKB perlu diawasi," kata Presiden Prabowo.

Berarti, yang resmi menolak usulan Pilkada lewat DPRD baru PDIP. Demokrat seharusnya menolak juga. 

Sebab, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY yang dulu mengeluarkan Perppu, usai UU Pilkada lewat DPRD, disahkan DPR. Demokrat tidak konsisten.

Kenapa Demokrat berubah? Sepuluh tahun lalu dan sekarang sebetulnya sama saja. Publik tetap mendukung Pilkada secara langsung. 

Elite tak setuju karena itu menyulitkan mereka. Kalau ada jalan mudah, kenapa harus memilih jalan susah? Pemilihan langsung politik berbiaya tinggi.

Feeling saya Pilkadal lewat DPRD tak akan pernah disetujui. Tapi usulan ini tetap didorong, termasuk oleh Gerindra, untuk menguji kesetiaan partai koalisi. Partai yang ingin cari keuntungan politik sendiri akan terlihat.

Usulan Pilkada lewat DPRD ini paling mudah melihat kesetiaan partai koalisi. Ia akan membelah masyarakat versus elite. Alasannya juga sama-sama kuat. Artinya, tak dibuat-buat. Pilkada langsung bukan nihil masalah.

Mungkin karena itu Demokrat cepat sekali mengubah sikapnya. Ia tahu sedang diuji. 

Kesulitan juga Demokrat mencari alasan. Juru bicaranya yang biasa lincah, jadi tersendat-sendat. Demokrat seperjuangan dengan PDIP.

Tiba-tiba saja, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan belum ada usulan soal Pilkada lewat DPRD. DPR belum akan membahas UU Pilkada. Nah, loh. Ini strategi politik tingkat tinggi, ya?

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting 

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya