Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

Dunia

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 17:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Amerika Serikat mendesak seluruh warganya untuk segera meninggalkan Venezuela menyusul laporan adanya kelompok paramiliter bersenjata yang diduga memburu warga AS. 

Peringatan ini muncul sepekan setelah Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap dalam operasi militer AS di Caracas.

Dalam peringatan keamanan yang dirilis Departemen Luar Negeri AS, disebut bahwa kelompok milisi pro-pemerintah yang dikenal sebagai "colectivos" dilaporkan mendirikan pos pemeriksaan dan memeriksa kendaraan untuk mencari warga Amerika atau pihak yang dianggap mendukung mereka. 


Untuk itu, Deplu AS mengeluarkan imbauan agar warganya segera meninggalkan negara itu seiring dibukanya kembali beberapa penerbangan internasional.

“Warga negara AS di Venezuela harus segera meninggalkan negara tersebut. Warga harus tetap waspada dan berhati-hati saat bepergian melalui jalan darat,” bunyi peringatan tersebut seperti dikutip dari The Guardian, Minggu, 11 Januari 2026.

Peringatan tersebut muncul di tengah ketegangan yang meningkat setelah operasi pasukan khusus AS yang menewaskan puluhan orang. 

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengklaim bahwa negara tersebut kini dikendalikan AS dan menyatakan ingin mengunjungi Venezuela di masa depan.

Sementara itu, Maduro yang kini ditahan di AS disebut dalam kondisi baik. Kabar itu diungkap Putranya, Nicolás Maduro Guerra dalam video yang dirilis Partai PSUV.

“Kami baik-baik saja. Kami adalah pejuang,” ujarnya.

Menanggapi peringatan AS, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyebut laporan tersebut sebagai upaya menciptakan ketakutan yang tidak berdasar. Kemudian menegaskan bahwa situasi negara itu dalam keadaan baik dan kondusif. 

“Berdasarkan laporan palsu yang bertujuan menciptakan persepsi risiko yang sebenarnya tidak ada,” tegas kementerian tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya