Berita

Ilustrasi Rupiah

Politik

Tata Kelola APBN 2025 Pakai Metode Warung

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 13:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025, dinilai amburadul oleh Center of Economic and Law Studies (Celios), lantaran bunga utang berjalan dibayar dengan kembali berhutang.

Hal tersebut diungkap Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 11 Januari 2026.

Sosok yang kerap disapa Huda itu menjelaskan, beban utang yang semakin tinggi dapat dilihat dari nilai Keseimbangan Primer yang tercatat mengalami pemburukan, dengan nilai minus Rp180,7 triliun atau setara dengan 285,3 persen dibandingkan APBN 2024.


"Padahal di tahun 2024, keseimbangan primer hanya -Rp20,7 triliun. Artinya pemerintah harus menambah hutang lebih banyak untuk membayar bunga utang tahun berjalan. Pengelolaan APBN 2025 dilakukan dengan metode warung, asal-asalan, dan tidak sustain," ujar dia.

Menurut Huda, tata kelola APBN yang tidak pruden tersebut dilakukan sebagai akibat dari upaya realisasi visi misi Presiden Prabowo Subianto, yang khususnya tertuang dalam satu program unggulannya yaitu makan bergizi gratis (MBG).

"Ambisi Prabowo dengan memaksakan MBG, berbuah buruk pada APBN dengan peningkatan defisit anggaran yang akan menambah beban hutang," urainya. 

Lebih lanjut, dia memperkiraka APBN akan semakin memburuk di 2026 apabila tata kelola yang diterapkan masih sama seperti tahun 2025 lalu, apalagi ditambah dengan mengupayakan program ambisius Presiden Prabowo.

"Jika dilakukan dengan manajemen keuangan seperti sekarang, program MBG tahun depan meningkat menjadi Rp335 triliun, akan menjadi penyebab runtuhnya kemampuan APBN untuk membiayai pembangunan nasional," tuturnya. 

"Program MBG juga yang akan meruntuhkan kepercayaan publik kepada pemerintah yang sudah rapuh," demikian Huda mewanti-wanti.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya