Berita

Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda. (Foto: Dok Pribadi)

Politik

Celios:

Realisasi APBN 2025 Pertontonkan Penerimaan Negara Buruk tapi Utang Meninggi

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 12:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 yang berhasil direalisasikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mendapat catatan kritis dari Center of Economic and Law Studies (Celios).

Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda menjelaskan, capaian APBN 2025 yang telah diumumkan beberapa hari lalu oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mempertontonkan minus di beberapa sektor benar-benar terjadi.

"Realisasi Penerimaan mengalami penurunan sebesar -3,3 persen dan hanya 91,7 persen dibandingkan dengan APBN 2024," ujar Huda kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 11 Januari 2026. 


Dia menuturkan, penurunan tersebut disumbang oleh kinerja penerimaan pajak yang mengalami shortfall, lantaran tercatat realisasi penerimaan pajak hanya 87,6 persen, turun Rp14 Triliun atau 0,7 persen dibandingkan tahun 2024.

"Penurunan ini mengisyaratkan kinerja perpajakan pemerintahan Prabowo sangat buruk," sambungnya menyebutkan,

Masa setahun pemerintahan Prabowo-Gibran sudah berjalan, namun Huda memandang anggaran 2025 yang sudah menyesuaikan dengan program prioritas Presiden mulai dari makan bergizi gratis hingga pemeriksaan kesehatan gratis, justru membuat tekor APBN.

Pasalnya, penerimaan pajak yang buruk disumbang oleh penurunan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBm) yang turun hingga 4,6 persen atau turun Rp38,3 triliun.

"Penurunan tersebut mengkonfirmasi terkait daya beli yang sedang melemah sejalan dengan pertumbuhan konsumsi yang terus melemah. Begitu juga dengan PPh Badan yang mengalami penurunan 4,3 persen," urai Huda. 

"Geliat industri di tahun 2025 mengalami penurunan yang cukup tajam. Penurunan penerimaan pajak memberikan gambaran anomali terkait perekonomian kita yang melemah," sambungnya menegaskan.

Dengan realisasi penerimaan yang jeblok, Huda juga mendapati belanja negara justru mengalami kenaikan sebesar 2,7 persen atau Rp91,7 triliun, dengan rincian belanja pemerintah pusat baik kementerian/ lembaga hingga 129,3 persen dibandingkan APBN 2024. 

"Terdapat kenaikan hingga Rp176,4 triliun. Kenaikan tersebut didapatkan dari anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp51,5 triliun," jelasnya.

Oleh karena itu, dia menyimpulkan beban APBN 2025 semakin memberatkan pemerintah, mengingat penerimaan negara minus namun di sisi yang lain pemerintah berbelanja cukup banyak sehingga berakibat pada melambungnya utang.

"Akibat kondisi penerimaan yang jeblok namun belanja negara yang masih tumbuh, defisit APBN semakin melebar. Pada outlook APBN 2025, rasio defisit APBN terhadap GDP diprediksi mencapai 2,78 persen. Pada realisasi per 31 Desember, rasio defisit APBN terhadap GDP melebar menjadi 2,92 persen," bebernya. 

"Kondisi tersebut hanya berjarak 0,08 persen dengan ambang batas 3 persen sesuai UU Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Ketika melebihi ambang batas, pemerintah melanggar UU," demikian Huda menambahkan.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ICMI Terima Wakaf 2 Ribu Mushaf Al-Qur'an

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:10

Tantangan Direksi Baru BPJS Kesehatan Tak Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:43

Polri di Bawah Presiden Sudah Paten dan Tidak Ada Perdebatan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

Palu Emas Paman

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:01

BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:56

BI-Kemenkeu Sepakati Pengalihan Utang Tahun Ini, Nilainya Rp173,4 Triliun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:40

Teror Ketua BEM UGM, Komisi III Dorong Laporan Resmi ke Aparat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:14

PB IKA PMII Pimpinan Fathan Subchi Pastikan Kepengurusan Sah Secara Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:37

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:03

Selengkapnya