Berita

Ilustrasi

Dunia

AS Berpotensi Genggam 30 Persen Cadangan Minyak Dunia Usai Kuasai Venezuela

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 11:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Amerika Serikat (AS) berpeluang menguasai hingga 30 persen cadangan minyak dunia jika mampu mengendalikan industri energi Venezuela.

Analis JP Morgan dalam laporannya menyebut, kontrol AS atas sektor migas Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia akan mengubah peta pasar energi global secara signifikan.

“Kontrol tersebut dapat memosisikan AS sebagai pemegang cadangan minyak terbesar dunia, dengan porsi mendekati 30 persen dari total cadangan global,” tulis JP Morgan, dikutip Minggu, 11 Januari 2026.


Laporan itu mencuat setelah Washington melancarkan operasi militer untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu. Presiden AS Donald Trump bahkan mengklaim pemerintahannya kini telah mengendalikan negara Amerika Latin tersebut.

“Dominasi Amerika di Belahan Bumi Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi,” tegas Trump.

Venezuela dikenal sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Pada era 1970-an, produksi minyak negara itu sempat mencapai puncaknya di atas 3,5 juta barel per hari. Namun, produksi anjlok drastis dan kini hanya berada di kisaran 1 juta barel per hari.

Kemerosotan itu terjadi seiring tekanan sanksi Barat sejak dekade 2010-an. Pada 2017, pemerintahan Trump memperketat sanksi terhadap sektor minyak Venezuela, termasuk membatasi akses ekspor ke pasar AS.

Pasca penggulingan Maduro, Trump mendorong perusahaan-perusahaan energi AS untuk menghidupkan kembali industri migas Venezuela. 

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai upaya tersebut tidak mudah dan membutuhkan investasi miliaran dolar di tengah kondisi pasar energi global yang sedang lesu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya