Berita

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez (Foto: Straits Times)

Global

Venezuela Mendekat ke AS setelah Maduro Ditangkap

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 11:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Venezuela mulai mengambil langkah untuk mendekat ke Amerika Serikat (AS) kurang dari sepekan setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap dalam operasi militer di Caracas. 

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez menyatakan negaranya tengah menjajaki pemulihan hubungan diplomatik yang telah lama terputus dengan AS.

Dalam pernyataannya, Rodríguez mengatakan pemerintah Venezuela dan pemerintahan Presiden Donald Trump telah sepakat untuk memulai proses diplomatik eksploratif yang bertujuan membuka kembali misi diplomatik di kedua negara. 


"Kita akan bertemu langsung dalam diplomasi untuk membela perdamaian Venezuela, stabilitas Venezuela, masa depan, untuk membela kemerdekaan kita dan untuk membela kedaulatan kita yang suci dan tak tergantikan,” kata Rodríguez, seperti dikutip dari The Hill, Minggu, 11 Januari 2026.

Venezuela juga berencana mengirim delegasi ke Washington untuk meninjau kondisi kedutaan besarnya yang telah lama ditutup.

Pada Jumat lalu, 9 Januari 2026 diplomat AS mengunjungi Caracas untuk menilai kemungkinan pembukaan kembali Kedutaan Besar AS, yang untuk pertama kalinya dilakukan dalam hampir tujuh tahun. 

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi kunjungan tersebut sebagai langkah awal yang masih bersifat potensial.

Meski demikian, para analis menilai hubungan kedua negara masih penuh ketidakpastian dan kontradiksi. Presiden Trump menyatakan dirinya kini menjalin hubungan sangat baik dengan pemerintah Venezuela, meskipun struktur pemerintahan tersebut pada dasarnya masih sama seperti sebelumnya, kecuali tanpa Maduro.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS J.D. Vance menyebut bahwa militer AS telah diberdayakan untuk memburu kartel narkoba, kelompok yang menurut dakwaan federal memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Venezuela.

Rodríguez tetap mengecam keras operasi AS yang menangkap Maduro. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai penculikan yang menyebabkan puluhan korban jiwa dan merupakan pelanggaran berat terhadap tatanan hukum internasional.

Namun demikian, Venezuela menyatakan proses diplomatik ini diperlukan untuk menangani konsekuensi dari agresi tersebut, sekaligus membuka peluang penyusunan agenda kerja yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya