Berita

Warga Myanmar mengikuti pemilu 2026 (Foto: Reuters)

Dunia

Myanmar Gelar Tahap Kedua Pemilu Bentukan Militer

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 10:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Warga Myanmar pada Minggu, 11 Januari 2026 kembali mendatangi tempat pemungutan suara untuk mengikuti tahap kedua pemilu yang diselenggarakan oleh pemerintahan militer. 

Pemungutan suara berlangsung di tengah konflik bersenjata yang masih meluas dan kritik internasional yang menyebut pemilu tersebut sebagai upaya junta melegitimasi kekuasaan mereka.

PBB, negara-negara Barat, dan kelompok hak asasi manusia menilai pemilu ini tidak bebas dan tidak adil. Mereka menyebut proses tersebut tidak kredibel karena berlangsung tanpa keterlibatan oposisi yang sesungguhnya.


Pada tahap pertama pemilu yang digelar 28 Desember lalu, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang didukung militer meraih kemenangan telak dengan memenangkan 90 dari 102 kursi DPR yang diperebutkan. 

Namun, tingkat partisipasi pemilih hanya mencapai 52,13 persen, jauh lebih rendah dibanding pemilu 2015 dan 2020.

Tahap akhir pemilu dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2026, dengan pemungutan suara di 265 dari total 330 kota, termasuk wilayah yang tidak sepenuhnya dikuasai junta. 

Pemerintah militer mengklaim pemilu akan membawa stabilitas politik dan masa depan yang lebih baik bagi Myanmar, yang kini menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terparah di Asia

“Dalam tahap pertama pemilu, sejumlah besar suara diberikan, menunjukkan bahwa rakyat memiliki keinginan kuat untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi,” ujar pemimpin junta Min Aung Hlaing, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 11 Januari 2026.

Myanmar telah dilanda perang saudara sejak militer menggulingkan pemerintahan sipil pada 2021 dan menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian. 

Kudeta tersebut memicu perlawanan bersenjata di berbagai wilayah negara berpenduduk sekitar 51 juta jiwa itu.

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi, yang memenangkan pemilu 2020, telah dibubarkan bersama puluhan partai anti-junta lainnya karena tidak mendaftar dalam pemilu kali ini. 

Kelompok pemberontak juga menolak ikut serta, sehingga hampir tidak ada oposisi yang berarti.

Menurut data Armed Conflict Location & Event Data Project, sedikitnya 16.600 warga sipil tewas sejak kudeta, sementara PBB memperkirakan 3,6 juta orang mengungsi.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya