Berita

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: RMOLJatim/Istimewa)

Nusantara

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 05:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak Gerakan Pramuka Jawa Timur agar semakin produktif, adaptif, dan berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah dalam Rapat Paripurna Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

"Pramuka harus produktif, peluang-peluang dari banyaknya Program Strategis Nasional ini bisa segera dipetakan dan dalam waktu cepat bisa dikoordinasikan, Pramuka harus menentukan di titik-titik mana akan mengambil peran," ujar Khofifah dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggi, 11 Januari 2026.


Menurut dia, peningkatan produktivitas Pramuka dapat dilakukan melalui sinergi yang kuat dengan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal ini penting mengingat perangkat daerah menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program-program prioritas nasional di daerah.

"Pramuka dapat mengambil peran di titik-titik mana Pramuka akan berkontribusi," katanya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah memaparkan sejumlah program strategis nasional yang akan dijalankan pada 2026 dan membuka ruang keterlibatan Pramuka. Di antaranya swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, serta pemenuhan kebutuhan protein hewani dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dari sektor perikanan.

"Akan banyak dibangun kolam-kolam ikan lele yang ukurannya setara ikan dori, ini akan dibutuhkan untuk pemenuhan protein pada MBG," ungkapnya.

Selain itu, terdapat pula pembangunan Grand Parent Stock untuk indukan ayam pertama dan terbesar di Indonesia, serta peningkatan produktivitas sapi perah yang memerlukan dukungan impor sekitar 200 ribu sapi dara bunting.

Khofifah pun meminta Gerakan Pramuka segera melakukan identifikasi dan pemetaan peran. Menurutnya, langkah konkret dapat dimulai dengan membentuk desk-desk di luar Satuan Karya (Saka) untuk menentukan sektor-sektor strategis yang akan dikerjakan.

"Saya rasa setelah ini Pramuka bisa segera membentuk tim kerja di luar Saka untuk memutuskan di titik-titik mana Pramuka akan berperan," terangnya.

Orang nomor satu di Jatim ini juga menuturkan ketika sudah diputuskan di bidang apa Pramuka akan mengambil peran, maka langkah selanjutnya adalah segara bangun kolaborasi dan sinergi dengan Perangkat Daerah terkait. 

"Kemudian Pramuka harus segera memutuskan plan of action , sehingga akan jelas langkah yang akan dilakukan Pramuka untuk meningkatkan produktivitasnya," ucapnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyampaikan bahwa pada Rapat Paripurna Pramuka kali ini hal penting yang harus dilakukan untuk mendukung peningkatan produktivitas adalah dengan menyamakan pemahaman dan persepsi. 

"Jadi selain harus ada plan of action juga harus ada pemahaman yang sama terhadap langkah yang akan diambil Pramuka," tuturnya.

Gubernur Khofifah menyebut peningkatan produktivitas ini sejalan dengan tema yang diangkat dalam Rapat Paripurna Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025-2030 yaitu adaptif, produktif, berkelanjutan.

Di sisi lain, Khofifah mengatakan arah pembangunan Jawa Timur yang tertuang dalam RPJMD Jawa Timur 2025–2029, pemerintah daerah menetapkan prioritas strategis pembangunan, diantaranya Jatim Sejahtera, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari. Peran Gerakan Pramuka menjadi sangat penting dan relevan dalam mendukung pencapaian visi tersebut.

"Pramuka memiliki nilai-nilai luhur yang terus dijaga dan dikawal melalui implementasi dharma dan satyanya," tandas Khofifah.


Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya