Berita

Komika Pandji Pragiwaksono. (Foto: Netflix)

Politik

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 21:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pertunjukan stand up comedy komika Pandji Pragiwaksono bertajuk "Mens Rea" disesalkan, karena dianggap telah mengajak publik menertawakan praktik ibadah umat Islam di hadapan ribuan penonton.

Founder Indonesian Cyber, Muannas Alaidid mengatakan, dalam penampilannya tersebut, Pandji diduga menyinggung soal ibadah salat.

"Setelah melecehkan Suku Toraja, sekarang Pandji Pragiwaksono melecehkan agama Islam. Ia mengumpulkan puluhan ribu orang untuk mengajak mereka menertawakan sholat dan ormas Islam," tulis Muannas melalui platform media sosial Instagram dan X @muannas_alaidid pada Sabtu 10 Januari 2026.


Menurut Muannas, menjadikan salat sebagai bahan satire politik merupakan tindakan yang tidak pantas dan berpotensi melukai perasaan umat Islam.

"Kini, Sholat dijadikan bahan lelucon untuk apa? satire politik. Apakah pantas agama yang kita jadikan pedoman, dijadikan materi komedi atas dasar kritik politik? Apakah harus membawa-bawa agama dalam urusan politik? Apa melecehkan agama dan suku di Indonesia sekarang sudah dianggap sebagai kebebasan berekspresi?" sambungnya.

Muannas mengingatkan bahwa salat adalah perintah yang disampaikan langsung oleh Allah SWT tanpa melalui malaikat Jibril. Dengan melakukan salat, setiap umat Islam dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar.

"Kelak nanti, sholat menjadi ibadah yang pertama kali dihisab. Berbagai keutamaan sholat membuatnya ibadah ini menjadi tiang agama Islam," kata Muannas.

Muannas menilai Pandji telah melampaui batas toleransi publik. Ia bahkan menyerukan sikap tegas jika negara dinilai tidak mengambil peran.

"Tentu semua ada batasannya dan Pandji jelas-jelas telah menjadi bagian orang yang melewati batas. Kalau negara diam, rakyat yang harus bergerak," pungkas Muannas.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya