Berita

Rocky Gerung. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Tak Pidato Politik di Rakernas PDIP

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 20:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sikap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang tidak menyampaikan pidato politik dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP dinilai sarat makna.

Menurut pengamat politik Rocky Gerung, banyak pihak sebelumnya menantikan pidato politik Megawati. Namun, mantan Presiden itu justru memilih menyoroti isu-isu kemanusiaan dan lingkungan di Sumatera, hingga persahabatan global.

“Ada hal yang unik. Kita pasti menunggu Ibu Megawati menyampaikan pidato politik, tapi beliau menganggap ada yang lebih penting, yaitu soal kemanusiaan, lingkungan, dan persahabatan,” ujar Rocky kepada wartawan di arena Rakernas PDIP, Ancol, Jakarta, pada Sabtu petang, 10 Januari 2026.


Rocky menilai, pilihan tema tersebut menunjukkan kemampuan Megawati dalam menangkap isu-isu yang relevan dengan generasi muda saat ini. Salah satunya adalah dengan menyinggung politik global, termasuk isu Venezuela dan prinsip kedaulatan negara.

“Itu mengingatkan buat kita Indonesia dari awal punya dalil yang sama, yaitu hak setiap negara untuk merawat dirinya sendiri, hak untuk menghargai tetangga, dan tidak boleh ada permusuhan yang berdasarkan pada kebencian,” jelasnya.

Selain itu, Megawati juga menyoroti isu perubahan iklim dan gerakan perlindungan lingkungan hidup dengan menemui para tokoh dunia yang concern di lingkungan hidup. Sehingga, Rocky menyebut isu tersebut disampaikan dengan sangat tajam dan relevan.

“Jadi Ibu Megawati paham tentang global politics. Ada isu yang betul-betul tajam sekali itu soal climate change, soal climate strike, soal keinginan negeri ini untuk menjadi pelopor perlindungan lingkungan hidup,” kata Rocky.

Atas dasar itu, Rocky berpandangan bahwa pengalaman Megawati dalam mendalami isu lingkungan bahkan melampaui sekadar pengetahuan teknis di buku teks.

“Jadi kita lihat bagaimana Megawati merayakan lingkungan itu dalam upaya mengingatkan pada anak muda bahwa merusak lingkungan itu artinya merusak peradaban,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya