Berita

Direktur Eksekutif Great Institute, Sudarto. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Politik

Great Institute Yakin Prabowo Bisa Hadapi Tantangan Geopolitik

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 16:08 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Presiden Prabowo Subianto diyakini mampu menangani tantangan Geopolitik yang terjadi di dunia, salah satunya dampak dari konflik Amerika Serikat dan Venezuela.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Great Institute, Sudarto dalam diskusi Ekonomi Indonesia 2026 dengan tema: “Melangkah Maju Di Tengah Ketidakpastian" yang diselenggarakan di kantor Great Institute, Jalan Taman Gunawarman Timur Nomor 15, Jakarta Selatan, pada Sabtu 10 Januari 2026.

"Sejauh ini kami optimis, Indonesia masih stabil. Kami melihat kepemimpinan Presiden Prabowo membuat Indonesia bisa melangkah lebih maju lagi," kata Sudarto.


Menurut Sudarto, geopolitik global ke depan makin sangat memanas, terlebih usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.

Belum lagi dengan ketegangan yang masih terjadi dan belum selesai, Rusia dengan Ukraina, kemudian Cina dengan Taiwan, kemudian Timur Tengah saat Iran sedang bergejolak sekarang.

Lanjut Sudarto, kondisi tersebut ini tentu berdampak pada Indonesia, utamanya melalui dampak tidak langsung pada harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang.

"Geopolitik itu akan berpengaruh, terutama karena nilai Dolar dan minyak. Nah itu yang jadi tantangan," kata Sudarto.

Selain tantangan geopolitik, Sudarto juga mengingatkan pemerintah bahwa Indonesia merupakan wilayah yang kerap dilanda bencana alam.

Oleh karena itu, Great meminta pemerintah belajar dari evaluasi bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir tahun 2025.

"Jadi kita tidak bisa menghindar itu sepertinya bencana alam akan terjadi, tapi kita bisa mengurangi dampaknya dengan mitigasi bencana yang tepat oleh pemerintah," demikian Sudarto.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya