Berita

Ilustrasi (RMOL via AI)

Bisnis

Ini 5 Sektor yang Paling Banyak Disuntik Modal Ventura

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 15:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri modal ventura di Indonesia menutup pengujung tahun 2025 dengan catatan performa yang impresif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa per November 2025, laba bersih industri ini meroket hingga 150,98 persen (yoy), menyentuh angka Rp579,77 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menjelaskan bahwa lompatan profit ini merupakan hasil dari efisiensi dan ketajaman strategi perusahaan.

“Pertumbuhan laba ini antara lain didorong oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan kualitas portofolio melalui strategi pembiayaan yang lebih selektif,” ujar Agusman dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 9 Januari 2026.


Tak hanya dari sisi profitabilitas, nilai pembiayaan juga menunjukkan tren positif. Secara tahunan, penyaluran dana tumbuh 1,20 persen dengan total nilai mencapai Rp16,29 triliun. Saat ini, fokus pendanaan diarahkan pada sektor ekonomi riil yang memiliki kebutuhan modal stabil.

Portofolio modal ventura saat ini masih terkonsentrasi pada lima sektor utama. Berikut adalah rincian sektor yang mendominasi pendanaan:

- Perdagangan dan Reparasi Kendaraan menyerap Rp7,63 Triliun, dan mendominasi pasar 68,53 persen dari total penyaluran.
- Aktivitas Rumah Tangga Rp726,62 Miliar (6,52 persen) 
- Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Rp519,43 Miliar (4,66 persen) 
- Penyewaan dan Agen Perjalanan Rp412,25 Miliar (3,70 persen) 
- Industri Pengolahan Rp410,78 Miliar (3,69 persen) 

Meski angka pertumbuhan tampak hijau, Agusman tidak menampik bahwa fenomena tech winter atau periode kelesuan di sektor teknologi, masih memberikan tekanan. Namun, industri dinilai sudah lebih adaptif dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Dampaknya mulai lebih terkendali seiring dengan penyesuaian strategi investasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fokus pada usaha yang memiliki fundamental yang kuat dan berkelanjutan,” pungkas Agusman.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya