Berita

Aplikasi Grok (RMOL/Reni Erina)

Tekno

Senator AS Desak Apple dan Google Hapus X dan Grok dari Toko Aplikasi

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 12:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kemampuan chatbot Grok milik Elon Musk dalam memproduksi gambar berbasis AI memicu keresahan luas, setelah platform X dibanjiri gambar seksual nonkonsensual yang menampilkan perempuan dan anak-anak. 

Situasi ini mendorong tiga senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) mendesak Apple dan Google untuk menghapus aplikasi X dan Grok dari toko aplikasi mereka.

Dalam surat resmi yang dipublikasikan Jumat, 9 Januari 2026, senator Ron Wyden (Oregon), Ben Ray Lujan (New Mexico), dan Edward Markey (Massachusetts) menilai penyebaran gambar-gambar tersebut telah melanggar kebijakan dasar Apple dan Google terkait konten seksual dan eksploitasi anak.


“Apple dan Google harus menghapus aplikasi ini dari app store sampai pelanggaran kebijakan X benar-benar ditangani,” tulis para senator dalam surat tersebut, dikutip dari Reuters, Sabtu 10 Januari 2026.

Masalah ini mencuat sejak pekan lalu, ketika Grok, chatbot AI yang terintegrasi di platform X, secara masif menghasilkan gambar perempuan dan anak-anak dalam pose seksual, termasuk mengenakan bikini minim, pakaian transparan, hingga adegan yang bersifat merendahkan dan penuh kekerasan. Banyak gambar tersebut dibuat tanpa persetujuan pihak yang digambarkan.

Para senator menegaskan bahwa kebijakan Google secara tegas melarang aplikasi yang memfasilitasi eksploitasi atau pelecehan anak, sementara Apple melarang konten seksual atau pornografi di platformnya. Mereka juga mengingatkan bahwa kedua raksasa teknologi itu pernah bertindak cepat menghapus aplikasi bermasalah di masa lalu.

“Membiarkan perilaku X yang begitu mencolok ini sama saja dengan mempermainkan praktik moderasi konten Anda sendiri,” tulis para senator.

Apple dan Google belum memberikan tanggapan resmi atas surat tersebut. 

Di tengah tekanan yang meningkat, xAI mulai membatasi sebagian kemampuan Grok dalam menghasilkan gambar. Permintaan publik untuk mengedit atau “melucuti” pakaian perempuan kini dibalas dengan pesan bahwa fitur pengeditan gambar hanya tersedia bagi pelanggan berbayar.

Meski demikian, pengguna X masih dapat membuat gambar seksual melalui tab Grok dan membagikannya di platform tersebut. Aplikasi Grok versi terpisah, yang tidak terhubung langsung dengan X, juga masih memungkinkan pembuatan gambar tanpa perlu berlangganan.

Senator Wyden menilai langkah tersebut sama sekali tidak menyelesaikan masalah. “Perubahan yang dilakukan X hanya membuat sebagian pengguna harus membayar untuk memproduksi gambar mengerikan, sementara Musk tetap meraup keuntungan dari pelecehan terhadap anak-anak,” tulis Wyden dalam email.

Tekanan internasional pun ikut meningkat. Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, mengatakan regulator media Ofcom diharapkan segera bertindak dalam hitungan hari, bukan minggu. Ia menegaskan bahwa X bisa dikenai denda besar atau bahkan diblokir di Inggris jika gagal mematuhi aturan.

“X harus segera mengendalikan situasi ini dan menurunkan konten tersebut,” ujar Kendall.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya