Berita

Ilustrasi (RMOL via AI)

Bisnis

Dolar AS Perkasa di Tengah Melambatnya Data Tenaga Kerja

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar uang New York menguat pada penutupan pasar, Jumat 9 Januari 2026. Penguatan ini terjadi setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat lebih lambat dari perkiraan. 

Indeks Dolar (DXY) menutup pekan ini dengan tangguh, naik 0,25 persen ke level 99,13. 

Data Non-Farm Payrolls (NFP) Desember hanya menambah 50.000 lapangan kerja, di bawah ekspektasi pasar sebesar 60.000. Namun begitu, Dolar AS tetap melaju dan mencatatkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut.


Pasar tenaga kerja yang mendingin justru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Januari mendatang. Probabilitas pasar untuk skenario "tahan bunga" ini melonjak drastis dari 68 persen bulan lalu menjadi 95 persen.

DXY mendapatkan tenaga tambahan dari melemahnya rival-rival utamanya. Dolar menyentuh level tertinggi satu tahun di 158,185 Yen dipicu ketidakpastian politik di Jepang terkait rencana pemilu mendadak.

Euro melemah terhadap Dolar AS, turun ke 1,1635 Dolar AS setelah data ekspor Jerman secara tak terduga melemah. Pound sterling dan Dolar Kanada juga terpantau melemah terhadap Dolar AS.

Meskipun pasar sempat waspada terhadap potensi putusan Mahkamah Agung terkait tarif dagang Donald Trump, penundaan putusan tersebut memberikan ruang bagi Dolar untuk tetap stabil di jalur penguatannya.

Secara keseluruhan, meskipun pertumbuhan ekonomi AS terlihat moderat, posisi Dolar tetap dominan karena kebijakan moneter AS dianggap lebih stabil dibandingkan ketidakpastian politik dan ekonomi yang terjadi di Jepang serta Eropa.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya