Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Kian Berkilau Menuju Rekor Baru

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 08:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange melonjak pada penutupan pekan ini, Jumat 9 Januari 2026, waktu setempat, didorong oleh data tenaga kerja AS yang melemah dan memanasnya tensi geopolitik dunia. 

Emas spot naik 0,5 persen ke level 4.496,09 Dolar AS per ons, mencatat kenaikan mingguan sebesar 3,9 persen. Futures emas AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,9 persen menjadi 4.500,90 Dolar AS.

Penguatan ini dipengaruhi oleh data tenaga kerja (Nonfarm Payrolls) yang hanya mencapai 50.000, di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini memperkuat peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga setidaknya dua kali tahun ini.


Ketegangan di Iran, perang Rusia-Ukraina, hingga isu sensitif terkait Greenland dan penangkapan Presiden Venezuela menciptakan ketidakpastian tinggi yang memicu investor beralih ke aset aman (safe haven).

Metals Focus memprediksi emas bisa menembus 5.000 pada 2026 akibat tren de-dolarisasi dan risiko tarif dagang global di era Donald Trump.

Bukan hanya emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan performa impresif pekan ini.

Harga perak melonjak 3,5 persen ke 79,56 Dolar AS (naik 9,7 persen sepekan). Platinum dan Paladium masing-masing kompak menguat berkat revisi naik proyeksi harga dari Bank of America akibat ketatnya pasokan fisik dan permintaan dari China. 

Kombinasi kebijakan moneter longgar dan gejolak politik global menjadikan logam mulia sebagai "bintang" di pasar komoditas saat ini.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya