Berita

Bank Indonesia (Dokumen RMOL)

Bisnis

Survei Konsumen BI: Ekspektasi Penghasilan Meningkat di Tengah Penyesuaian Konsumsi

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa optimisme masyarakat Indonesia tetap terjaga di penghujung tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Konsumen Desember 2025, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level 123,5. 

Walaupun angka ini sedikit menurun jika dibandingkan dengan capaian November yang sebesar 124, posisi tersebut masih berada di zona optimis karena bertahan di atas angka 100.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kuatnya keyakinan masyarakat ini didorong oleh persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi masa depan. 


“IKK bulan Desember 2025 menunjukkan keyakinan konsumen masih kuat,” ujarnya dalam laporan hasil survei pada Jumat 9 Januari 2026. Ia juga menekankan bahwa meski Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sedikit melandai, keduanya tetap mencerminkan optimisme yang solid.

Secara lebih rinci, IKE pada Desember 2025 tercatat sebesar 111,4, hanya selisih tipis dari bulan November yang sebesar 111,5. 

Menariknya, komponen ketersediaan lapangan kerja justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan menjadi 106,5 dari sebelumnya 103,7. Namun, hal ini dibarengi dengan penurunan tipis pada Indeks Penghasilan Saat Ini yang menjadi 120,2 serta Indeks Pembelian Barang Tahan Lama yang berada di angka 107,6.

Sementara itu, dari sisi pandangan ke depan, IEK tercatat sebesar 135,6. Meski lebih rendah dari November yang mencapai 136,6, harapan masyarakat terhadap penghasilan justru meningkat. 

“Ekspektasi konsumen masih kuat tercermin dari Indeks Ekspektasi Penghasilan sebesar 140,8, lebih tinggi dibandingkan indeks periode sebelumnya sebesar 140,6," kata Ramdan.

Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) masing-masing bertengger di level 135,1 dan 130,8.

Dari aspek pengelolaan keuangan, terjadi pergeseran menarik pada alokasi pendapatan rumah tangga. Rata-rata proporsi pendapatan untuk konsumsi turun menjadi 74,3 persen, searah dengan porsi pembayaran cicilan atau utang yang juga melandai ke angka 10,8 persen. 

Sebagai gantinya, masyarakat tampak lebih gemar menabung, di mana proporsi pendapatan yang disimpan meningkat menjadi 14,9 persen pada Desember 2025, dibandingkan 14,4 persen pada bulan sebelumnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya