Berita

Mantan Kajari Kabupaten Bekasi Eddy Sumarman. (Foto: Dok. Kejari Purworejo)

Hukum

KPK Periksa Mantan Kajari Kabupaten Bekasi Bukan di Gedung Merah Putih

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 20:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

KPK memeriksa mantan Kajari Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman hari ini, Jumat, 9 Januari 2026. Pemeriksaan tidak dilakukan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan, melainkan di Pusdiklat Kejaksaan Jakarta Timur. 

Eddy diperiksa bersama dua petinggi Kejari Kabupaten Bekasi, yakni Kasi Pidsus Ronald Thomas Mendrofa dan Kasubsi Penuntut, Eksekusi, dan Eksaminasi Rizky Putradinata.

Adapun lokasi pemeriksaan ini berubah dari keterangan awal KPK yang akan memeriksa mereka di Gedung Merah Putih KPK.


"Permintaan keterangan para saksi dilakukan di Pusdiklat Kejaksaan, Cipayung, Jakarta Timur karena bersamaan dengan Jamwas Kejagung," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Dalam kasus ini, Eddy diduga menerima uang Rp400 juta dari Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayah Bupati Ade, HM Kunang. Aliran uang ini diduga berkaitan suap ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi yang menjerat Ade Kuswara.

Ade Kuswara pun telah ditetapkan tersangka bersama sang ayah, HM Kunang selaku Kepala Desa Sukadami. Selain bapak-anak ini, KPK juga menetapkan pihak swasta bernama Sarjan menjadi tersangka.

Dalam rentang 1 tahun terakhir sejak Desember 2024 sampai Desember 2025, Ade rutin meminta ijon paket protek kepada Sarjan melalui perantara ayahnya, Haji Kunang dan pihak lainnya.

Adapun total ijon yang diberikan Sarjan kepada Ade bersama-sama Haji Kunang mencapai Rp9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara.

Selain aliran dana tersebut, sepanjang 2025, Ade juga diduga mendapatkan penerimaan lainnya dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp4,7 miliar. Sehingga total yang diterima Ade mencapai Rp14,2 miliar.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya