Berita

Presiden AS, Donald Trump (Foto: Reuters)

Politik

Trump Batal Serang Venezuela Setelah Pembebasan Tahanan Politik

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 18:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana gelombang kedua serangan terhadap Venezuela. 

Keputusan ini diambil setelah pemerintah transisi Venezuela membebaskan sejumlah besar tokoh politik, termasuk tokoh oposisi dan aktivis hak asasi manusia.

Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa kerja sama dengan otoritas transisi Venezuela berjalan baik pasca penangkapan Nicolas Maduro. 


“Venezuela melepaskan sejumlah besar tahanan politik sebagai tanda 'Mencari Perdamaian.' Karena kerja sama ini, saya telah membatalkan Gelombang Serangan kedua yang diperkirakan sebelumnya,” tulis Trump, seperti dikutip dari AFP, Jumat, 9 Januari 2026.

Trump juga menyebut perusahaan minyak besar akan berinvestasi hingga 100 miliar dolar AS untuk membangun kembali industri minyak Venezuela. 

“Setidaknya 100 Miliar Dolar akan diinvestasikan oleh BIG OIL, yang semuanya akan saya temui hari ini di Gedung Putih," Trump menambahkan.

Pembebasan tahanan dilakukan pada Kamis malam waktu setempat, 8 Januari 2026. Di antara mereka ada Biagio Pilieri, tokoh oposisi yang pernah mendukung kampanye María Corina Machado, serta Enrique Marquez, mantan otoritas pemilu. 

Video di media sosial menampilkan keduanya berpelukan dengan keluarga di luar penjara. Lima warga negara Spanyol, termasuk pengacara dan aktivis Rocío San Miguel, juga ikut dibebaskan.

Jorge Rodriguez, Ketua Majelis Nasional sekaligus saudara Presiden sementara Delcy Rodriguez, menyebut langkah ini sebagai sinyal perdamaian. 

“Anggaplah ini sebagai isyarat pemerintah Bolivarian (Venezuela), yang secara luas dimaksudkan untuk mengupayakan perdamaian,” kata dia.

Meski ditanggapi positif, sejumlah kelompok hak asasi manusia mengingatkan agar perdamaian ini tidak sekadar menjadi manuver politik. 

Tokoh oposisi María Corina Machado menyebut pembebasan tahanan sebagai suatu tindakan restitusi moral. Ia menegaskan bahwa meski tahun-tahun yang hilang tidak bisa dikembalikan, kebenaran pada akhirnya akan menang. 

“Tidak ada yang bisa mengembalikan tahun-tahun yang telah dicuri, ketidakadilan tidak akan abadi dan kebenaran, meskipun terluka parah, pada akhirnya akan menang,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya