Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Reliance India Minat Beli Minyak Venezuela jika Diizinkan

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 11:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Reliance Industries Ltd, perusahaan India yang mengoperasikan kompleks kilang minyak terbesar di dunia, menyatakan akan mempertimbangkan pembelian minyak mentah Venezuela jika penjualannya kembali dibuka untuk pembeli non-Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Reliance menegaskan perusahaan masih menunggu kejelasan aturan terkait akses minyak Venezuela bagi negara di luar AS. 

“Kami menunggu kejelasan soal akses minyak Venezuela bagi pembeli non-AS dan akan mempertimbangkan pembelian secara patuh terhadap aturan yang berlaku,” kata juru bicara Reliance dalam pernyataan tertulis, dikutip dari Reuters, Jumat 9 Januari 2026.


Selain Reliance, dua perusahaan kilang milik negara, Indian Oil Corp (IOC) dan Hindustan Petroleum Corp (HPCL), juga disebut akan mempertimbangkan impor minyak Venezuela apabila penjualan ke perusahaan non-AS benar-benar diizinkan. Namun, kedua perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi.

Reliance sendiri telah menghentikan pembelian minyak Venezuela sejak Maret 2025, setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 25 persen terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Venezuela. Kargo terakhir minyak Venezuela diterima Reliance pada Mei 2025.

Perkembangan terbaru muncul setelah Washington dan Caracas mencapai kesepakatan pekan ini untuk mengekspor minyak mentah Venezuela ke AS senilai hingga 2 miliar Dolar AS, atau sekitar 30-50 juta barel yang terjadi setelah pasukan AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya pada 3 Januari.

Dari sisi teknis, kilang Reliance di negara bagian Gujarat Barat - dengan kapasitas gabungan sekitar 1,4 juta barel per hari - mampu mengolah minyak mentah berat dan murah seperti Merey asal Venezuela. Analis Kpler, Sumit Ritola, menilai jika minyak Venezuela kembali ke pasar global, harganya kemungkinan dijual dengan diskon. 

“Hal ini bisa meningkatkan fleksibilitas bahan baku dan keekonomian kilang yang kompatibel, meski volumenya terbatas,” ujarnya.

Bagi India, minyak Venezuela dinilai sebagai alternatif yang lebih “aman secara politik” dibandingkan minyak Rusia. Selama ini, negara tersebut menghadapi tekanan dari negara-negara Barat agar mengurangi impor minyak Rusia menyusul perang di Ukraina.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya