Berita

Ilustrasi pemungutan suara

Politik

Pilkada Langsung Jamin Kesetaraan Eksekutif dan Legislatif

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 10:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana pemilihan kepala daerah yang kembali diusulkan melalui DPRD, bukan secara langsung oleh rakyat menuai polemik.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menegaskan, salah satu alasan Mahkamah Konstitusi (MK) meneguhkan pilkada langsung adalah pertimbangan konstitusional mengenai keseimbangan kekuasaan antara eksekutif dan legislatif di daerah.

“Mengapa MK ingin kepala daerah dipilih langsung? Di antaranya karena secara konstitusional eksekutif dan legislatif, presiden dan DPR, kepala daerah dan DPRD itu setara secara politik,” ujar Saiful, lewat akun X miliknya, Jumat, 9 Januari 2026.


Menurutnya, kesetaraan tersebut menjadi penting agar tidak terjadi dominasi satu lembaga atas lembaga lain. Kepala daerah dan DPRD, kata dia, memiliki basis legitimasi yang sama karena sama-sama dipilih langsung oleh rakyat.

“Mereka punya posisi dasar kekuasaan yang sama, tidak bisa saling menjatuhkan, karena sama-sama dipilih rakyat langsung dan sama-sama bertanggung jawab pada rakyat lewat pemilu atau mekanisme lain,” jelasnya.

Saiful juga menyoroti kritik yang kerap dialamatkan kepada pilkada langsung, khususnya soal biaya politik yang mahal. Ia menilai, persoalan tersebut sering kali diarahkan secara keliru kepada rakyat sebagai pemilih.

“Gatal di tangan kok yang digaruk punggung. Yang bikin pilkada mahal calon dan elite, kok yang disalahkan rakyat,” sindirnya.

Ia menambahkan, praktik pelanggaran dalam pilkada juga kerap dibebankan kepada pemilih, padahal aktor utamanya adalah kandidat yang bersedia melanggar aturan.

“Yang beli suara dan melanggar hukum calon, kok yang disalahkan pemilih,” tandas Saiful.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya