Berita

Special Show Mens Rea Pandji Pragiwaksono. (Foto: Netflix)

Politik

Jangan Buru-buru Tuding Pemerintah Gerakkan Buzzer

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 09:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. 

Laporan tersebut berkaitan dengan materi dalam special show komedi tunggal Pandji bertajuk Mens Rea yang kini dapat diakses publik melalui layanan streaming Netflix. Laporan itu telah teregistrasi dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Menanggapi polemik tersebut, stand up comedian Arie Kriting angkat bicara. Ia meminta publik tidak gegabah menuding pemerintah berada di balik reaksi keras terhadap pernyataan Pandji, termasuk dengan mengaitkannya pada isu buzzer.


“Tidak usah buru-buru menuduh pemerintah menggerakkan buzzer untuk menyikapi sebuah statement dalam pertunjukan komedi,” ujar Arie lewat akun x miliknya, dikutip Jumat, 9 Januari 2026.

Menurut Arie, pemerintah saat ini justru tengah fokus bekerja untuk kepentingan masyarakat. Ia menilai tudingan soal keterlibatan buzzer lebih bersifat spekulatif.

“Pemerintah kita itu lagi fokus dan sibuk bekerja untuk kepentingan rakyat. Beberapa pergerakan buzzer ini semacam cari perhatian agar jasanya dilirik lagi,” tambahnya.

Dalam salah satu materi Mens Rea, Pandji memang menyinggung isu politik balas budi dan konsesi tambang yang dikaitkan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, termasuk NU dan Muhammadiyah.

“Ada yang ngerti politik balas budi? ‘Gue kasih lo sesuatu, tapi lo kasih gue sesuatu lagi’. Emang lo pikir kenapa NU dan Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira?” ujar Pandji dalam pertunjukan tersebut.

Ia melanjutkan dengan pernyataan yang kembali menuai kontroversi. “Karena diminta suaranya, ‘gue kasih sesuatu lo suka’, happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah. Dan, biar kita adil, sebenarnya tidak hanya ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak,” kata Pandji.

Pernyataan inilah yang kemudian menjadi dasar laporan ke kepolisian oleh dua organisasi kepemudaan tersebut. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut laporan tersebut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya