Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Wall Street: Saham Teknologi Rontok Saat Sektor Pertahanan Menguat

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 08:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham-saham utama di bursa Amerika Serikat (AS) nyaris tidak bergerak, sementara saham sektor pertahanan menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan anggaran militer yang jauh lebih besar.

Dikutip dari Reuters, Jumat 9 Januari 2026, pada penutupan Kamis indeks S&P 500 nyaris tidak bergerak dan naik tipis 0,01 persen ke level 6.921,45. Dow Jones Industrial Average menguat 0,55 persen ke 49.266,11, sedangkan Nasdaq turun 0,44 persen ke 23.480,02.

Tekanan utama datang dari saham teknologi, khususnya yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Nvidia turun 2,2 persen, Broadcom merosot 3,2 persen, dan Microsoft melemah 1,1 persen. Secara keseluruhan, indeks sektor teknologi S&P 500 turun 1,5 persen dan kini telah terkoreksi sekitar 1 persen sepanjang 2026. Investor mulai lebih selektif karena menilai valuasi saham AI sudah terlalu tinggi setelah reli besar dalam beberapa tahun terakhir.


Di sisi lain, saham-saham pertahanan melonjak setelah Trump menyatakan bahwa anggaran militer AS untuk 2027 seharusnya mencapai 1,5 triliun Dolar AS. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan anggaran 2026 sebesar 901 miliar Dolar AS yang telah disetujui Kongres. Saham Lockheed Martin naik 4,3 persen, Northrop Grumman menguat 2,4 persen, dan Kratos Defense melonjak tajam 13,8 persen.

Sementara itu, Alphabet menguat 1,1 persen sehari setelah induk Google tersebut melampaui Apple dalam kapitalisasi pasar, menjadi perusahaan paling bernilai kedua di AS untuk pertama kalinya sejak 2019. Sebaliknya, saham Apple turun 0,5 persen.

Dari sisi ekonomi, klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS naik secara moderat, meski kenaikannya lebih rendah dari perkiraan. Data ini sejalan dengan laporan ketenagakerjaan ADP dan JOLTS sebelumnya yang menunjukkan permintaan tenaga kerja masih lemah. 

Di sektor lain, saham produsen chip memori terkait AI terkoreksi setelah reli kuat sebelumnya. SanDisk turun 5,4 persen, Western Digital melemah 6,1 persen, dan Seagate jatuh 7,7 persen. Sebaliknya, saham Ford melonjak 4,7 persen setelah Piper Sandler menaikkan rekomendasinya menjadi “overweight”.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya