Berita

Ilustrasi petani di Jawa Timur. (Foto: RMOLJatim)

Nusantara

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 04:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Capaian Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur bulan Desember 2025 mencatatkan kinerja terbaik sepanjang tahun 2025 sekaligus menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Jawa Timur pada bulan Desember 2025 mencapai 118,96, menunjukkan posisi yang sangat kuat dan mencerminkan meningkatnya daya beli serta kesejahteraan petani di Jawa Timur. 

Selain itu, Jawa Timur juga mencatat kenaikan NTP sebesar 3,95 persen yang merupakan kenaikan tertinggi di Pulau Jawa.


“Capaian NTP Jawa Timur bulan Desember merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2025 dan juga tertinggi di Pulau Jawa. Ini menjadi indikator positif bahwa pendapatan petani kita terus meningkat dan kesejahteraan mereka semakin membaik,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Jumat, 9 Januari 2025.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan NTP tersebut tidak terlepas dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Program Jatim Agro untuk meningkatkan kesejahteraan petani, peternak dan nelayan melalui berbagai langkah dalam menjaga stabilitas harga hasil pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat perlindungan petani dari fluktuasi harga input produksi. 

Intervensi dilakukan secara terintegrasi mulai dari penguatan produksi di sisi hulu, perbaikan tata niaga, hingga pengendalian inflasi pangan di daerah.

“Kami terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian melalui fasilitasi alat dan mesin pertanian, penguatan kelembagaan petani, asuransi petani, serta pengembangan hilirisasi agro agar nilai tambah dapat dinikmati langsung oleh petani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa capaian NTP yang tinggi ini juga sejalan dengan komitmen Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, sekaligus menjadi bukti bahwa sektor pertanian tetap menjadi penopang penting perekonomian daerah di tengah dinamika ekonomi global.

“Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan peningkatan NTP, sehingga kesejahteraan petani dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
                    


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya