Berita

Laptop Chromebook rusak di SD Negeri 1 Gunaksa, Kabupaten Klungkung, Bali. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Chromebook Rusak, Sekolah Penerima Bantuan Bingung Masalah Perawatan

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 20:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bantuan laptop berbasis Chromebook dari pemerintah pusat yang digulirkan sejak 2020 dinilai tidak berjalan optimal di tingkat sekolah dasar. 

Seperti di SD Negeri 1 Gunaksa, Kabupaten Klungkung, Bali, puluhan Chromebook yang menjadi aset sekolah kini rusak dan tidak lagi dimanfaatkan.

Dari total 15 unit Chromebook yang diterima sekolah tersebut, sebanyak 9 unit kini dalam kondisi rusak.


Kepala SDN 1 Gunaksa, Wayan Agus Kabiana, mengatakan Chromebook tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat yang diterima pada 17 Desember 2020. Bantuan itu masuk dalam gelombang pertama pengadaan perangkat teknologi pendidikan.

“Awalnya kami ingin memanfaatkan untuk kegiatan ekstrakurikuler komputer, seperti belajar mengetik. Tapi setelah digunakan, ternyata akses Chromebook sangat terbatas dan tidak fleksibel seperti laptop biasa,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis 8 Januari 2025.

Dalam praktiknya, Chromebook tersebut hanya digunakan untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang dilaksanakan setahun sekali untuk siswa kelas V, serta sesekali untuk Olimpiade Sains Nasional. 

Pada pelaksanaan ANBK terakhir Februari 2025, kata Agus, beberapa Chromebook mengalami gangguan serius.

“Di tengah pelaksanaan ANBK, ada Chromebook yang tiba-tiba layarnya blank dan tidak bisa digunakan,” kata Wayan Agus.

Pihak sekolah telah melaporkan kerusakan itu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung. Namun, sekolah justru disarankan menunggu teknisi dari Jakarta atau mengirim Chromebook ke ibu kota karena membutuhkan penanganan teknisi khusus.

“Kami belum berani mengambil langkah sendiri karena ini aset negara. Akhirnya kami menunggu arahan,” ujarnya.

Akibatnya, pemanfaatan Chromebook di SD N 1 Gunaksa hanya efektif sekitar dua tahun sejak diterima. 

Selebihnya, perangkat tersebut terbengkalai akibat kerusakan dan ketiadaan sistem perawatan yang memadai di daerah.

Adapun program pengadaan Chromebook yang digulirkan pada 2020, di era Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, tengah ditangani aparat penegak hukum. 

Kejaksaan Agung menelusuri dugaan masalah dalam pengadaan tersebut, menjadikan kebijakan Chromebook bukan hanya persoalan pendidikan, tetapi juga persoalan hukum yang masih berproses hingga kini.

Dalam kasus tersebut, negara diduga merugi lebih dari Rp2 triliun, menempatkan Nadiem Makarim sebagai pesakitan. Nadiem juga didakwa menerima aliran dana hampir Rp900 miliar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya