Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

Defisit APBN Melebar, Purbaya: Saya Bisa Bikin Nol tapi Ekonomi Morat-Marit

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 16:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini melampaui defisit APBN 2024 sebesar Rp509,1 triliun atau 2,3 persen terhadap PDB. Selain itu angka ini juga melewati target awal sebesar 2,53 persen PDB dan mendekati ambang batas aman 3 persen.

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi fiskal countercyclical untuk menahan perlambatan ekonomi.


Ia menegaskan, pemerintah sebenarnya memiliki ruang untuk menekan defisit hingga nol persen, namun opsi itu tidak diambil karena berisiko terhadap perekonomian nasional.

"Defisitnya naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen, ini dengan misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi. Sebetulnya kalau mau saya buat nol defisit juga bisa, saya potong anggarannya, tapi ekonomi morat-marit," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta Pusat, Kamis 8 Januari 2026.

Meski defisit melebar, Purbaya memastikan posisi fiskal Indonesia tetap terjaga dan tidak melampaui batas yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

"Jadi ini adalah kepiawaian dari teman-teman di Kementerian Keuangan untuk memastikan ekonomi bisa tumbuh terus tanpa mengorbankan sisi kehati-hatian dari fiskal. Walaupun gelembung (defisit), kita pastikan di bawah 3 persen. ini adalah standar yang paling ketat," kata Purbaya.

Untuk diketahui defisit APBN sendiri mencerminkan kondisi di mana realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari pagu anggaran.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya