Berita

Direktur Eksekutif IndexPolitica Alip Purnomo. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Wacana Pilkada Lewat DPRD

Menanti Sikap PKS: Tenggelam di Pelukan Kekuasaan atau Bersama Rakyat

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 16:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang belum menentukan arah pada usulan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dinanti publik.

Direktur Eksekutif IndexPolitica Alip Purnomo menilai, PKS tengah berada dalam fase kalkulasi politik yang krusial. Partai pimpinan Al Muzzammil Yusuf ini dihadapkan pada pilihan antara keuntungan jangka pendek dalam lingkar kekuasaan atau konsistensi sikap untuk membangun modal politik jangka panjang.

“PKS sedang menghitung arah, memilih kenyamanan menabung uang dalam kekuasaan hari ini atau konsistensi sikap untuk menabung suara menuju Pemilu 2029,” ujar Alip dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 Januari 2026.


Secara matematis, posisi PKS tidak akan menentukan jika di barisan pendukung Pilkada DPRD. Koalisi pendukung kebijakan tersebut telah mengantongi suara yang cukup untuk memenangkan voting di parlemen, dengan atau tanpa PKS.

Karena itu, Alip menilai PKS secara politik lebih rasional mengambil posisi berseberangan.

“Bergabung dengan koalisi Pilkada DPRD tidak menambah nilai politik apapun bagi PKS. Sebaliknya, jika PKS bersama PDIP menolak kebijakan ini, mereka akan tampil sebagai kekuatan moral, partai yang berpihak pada rakyat dan menjaga marwah reformasi,” jelasnya.

Sikap ini juga akan berpotensi melahirkan konfigurasi politik baru yang menarik, yakni koalisi nasionalis?"religius dengan daya tarik elektoral kuat.

“Kalau mau simbolik, ini bisa disebut koalisi merah-putih sejati. PDIP dengan merahnya, PKS dengan putihnya," jelasnya.

“Publik sedang menunggu, apakah PKS akan tenggelam dalam pelukan kekuasaan, atau berdiri sebagai partai yang tetap kritis ketika demokrasi dibajak oleh kepentingan elite,” pungkasnya.

Saat ini mayoritas partai mendukung Pilkada dikembalikan melalui DPRD, mulai dari Gerindra, Golkar, PKB, Nasdem, hingga PAN. Sementara PDIP sudah tegas menolak wacana Pilkada melalui DPRD.   

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya