Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Purbaya Harus Didoakan Mampu Jaga Stimulus Ekonomi di Tengah Defisit APBN

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 15:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 ditutup dengan defisit sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut menunjukkan pelebaran defisit dibandingkan tahun sebelumnya.

Defisit APBN 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024 yang berada di level Rp509,1 triliun atau 2,3 persen terhadap PDB. Selain itu, capaian tersebut juga melampaui proyeksi atau outlook pemerintah yang sebelumnya diperkirakan sebesar 2,78 persen terhadap PDB.

“Angka 2,92 persen defisit nyaris menyentuh angka kramat 3 persen seperti diamanatkan UU Keuangan Negara tentang maksimal defisit,” ujar Anggota DPR RI Mardani Ali Sera lewat akun X miliknya, Kamis, 8 Januari 2026.


Mardani menilai tekanan terhadap APBN ke depan masih akan berlanjut, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan pemulihan bencana di dalam negeri. Di sisi lain, terdapat risiko kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memperlebar defisit, sementara kinerja ekspor nasional masih menghadapi berbagai kendala.

“Tekanan APBN di 2026 mesti waspada,” tegasnya mewanti-wanti.

Ia pun berharap pemerintah dapat menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga kesehatan fiskal. Mardani menaruh harapan besar pada peran Menteri Keuangan dalam mendorong stimulus ekonomi yang tepat sasaran.

“Pak Purbaya perlu didoakan bisa memberi stimulus yang menggerakkan ekonomi dalam negeri, plus quality spending, ditambah perbaikan proses birokrasi dan terus memerangi korupsi,” pungkasnya.

Menurut Mardani, dengan belanja yang berkualitas dan reformasi birokrasi yang konsisten, pemerintah diharapkan mampu menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) nasional agar kembali berada di bawah angka 5 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya