Berita

Ilustrasi

Politik

Pemerintah Harus Terbuka soal Penyebaran Superflu

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 15:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah diminta menyikapi isu masuknya varian flu baru atau yang disebut sebagai superflu ke Indonesia secara proporsional. Potensi ancaman tersebut tidak boleh menimbulkan kepanikan, namun juga tidak bisa dianggap enteng.

“Negara harus hadir dengan langkah antisipatif yang serius, berbasis data ilmiah, serta komunikasi publik yang transparan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak simpang siur,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, Kamis, 8 Januari 2026.

Ia mendorong Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem surveilans epidemiologi, terutama di pintu-pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan. Selain itu, kesiapan fasilitas layanan kesehatan juga perlu dipastikan guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus.


“Deteksi dini, pelacakan, dan respons cepat menjadi kunci utama agar penyebaran dapat dikendalikan sejak awal,” tegas Legislator Fraksi Partai NasDem itu.

Nurhadi juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari pemerintah kepada masyarakat. Pemerintah perlu menyampaikan secara jelas tingkat risiko, pola penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan agar masyarakat tetap waspada tanpa diliputi kepanikan.

“Edukasi publik harus diperkuat dengan menekankan perilaku hidup bersih dan sehat serta kesiapsiagaan layanan kesehatan primer,” ujar politisi asal daerah pemilihan Jawa Timur VI tersebut.

Komisi IX DPR RI sendiri akan terus menjalankan fungsi pengawasan serta mendorong koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Perhubungan dan instansi terkait lainnya, agar upaya pencegahan dan penanganan dilakukan secara komprehensif.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman penyakit menular apa pun,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya